Polisi Kantongi Identitas Penganiaya Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi hingga Kritis

16 hours ago 7

Beranda Berita Utama Polisi Kantongi Identitas Penganiaya Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi hingga Kritis

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan (tengah). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota telah mengantongi identitas pelaku penganiayaan terhadap pria inisial S (39), satpam Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Barat.

“Pelaku sudah kita identifikasi,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, kepad Radar Bekasi, Sabtu (5/4) pagi.

Polisi sudah mendatangi pihak korban di RS. Polisi masih melengkapi alat bukti dengan meminta keterangan saksi-saksi hingga rekaman CCTV terkait kasus tersebut.

“Sementara berproses,” ujarnya.

S menjadi korban dugaan penganiayaan oleh keluarga pasien pada Sabtu (29/3) pukul 22.00 WIB. Subadria Nuka, Jonathan Anjasmara, dan Yustinus Stein Siahaan, selaku kuasa hukum langsung mendatangi Polres Metro Bekasi Kota melaporkan dan mendampingi kasus ditersebut.

BACA JUGA: RS Mitra Keluarga Bekasi Buka Suara Soal Satpam Dianiaya Keluarga Pasien hingga Kritis  

Laporan teregister LP/B/687/III/2025/SPKT. Sat Reskrim/Polres Metro Bekasi Kota tanggal 30 Maret 2025 pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, satpam Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Barat dianiaya keluarga pasien viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Tiktok @butirandebuu94, awalnya korban memberi tahu keluarga pasien agar tidak berisik di area rumah sakit.

Namun keluarga pasien malah menggeber knalpot brong di area instalasi gawat darurat (IGD). Lalu keluarga pasien mencari masalah dengan parkir tidak sesuai SOP dan menghalangi jalur ambulans.

Setelah ditegur kembali, keluarga pasien menarik baju satpam dan menghajarnya.

“Gak cuma sampai di situ, keluarga pasien membanting dan menekan leher security tersebut hingga kejang dan harus masuk ICU karena kritis,” tulis akun tersebut.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setelah empat hari ditunggu, ternyata dari pihak keluarga pasien sama sekali tidak menyesali perbuatannya dan tidak ingin minta maaf.

“Besar harapan saya agar pelaku diproses hukum,” tutupnya. (oke)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |