Tantangan Pengusaha Truk Bekasi: Antrean Solar hingga Tarif Tertekan

14 hours ago 12

Beranda Cikarang Tantangan Pengusaha Truk Bekasi: Antrean Solar hingga Tarif Tertekan

RAPAT KERJA : Sejumlah pengurus dan anggota Aptrindo Bekasi Raya menghadiri Rapat Kerja (Raker) di Purwakarta, Kamis (17/9). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengusaha angkutan truk di Kabupaten Bekasi menghadapi beragam tantangan di tengah tingginya aktivitas industri dan logistik. Mulai dari antrean solar, kemacetan, pembatasan pergerakan kendaraan barang, hingga meningkatnya biaya operasional dan perawatan armada.

Ketua Umum DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bekasi Raya, Marcos Nasution, mengatakan berbagai persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi pengusaha truk dalam menjalankan operasional sehari-hari.

“Tantangannya cukup kompleks, mulai dari antrean solar dan kemacetan dan pembatasan pergerakan kendaraan barang, biaya operasional yang terus meningkat, biaya perawatan dan suku cadang, ketersediaan serta kualitas pengemudi, keselamatan lalu lintas, hingga persaingan usaha dan tekanan terhadap tarif angkutan,” kata Matcos di sela Raker Aptrindo Bekasi Raya, Kamis (17/9).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Aptrindo Bekasi Raya dalam menyusun program prioritas organisasi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan stakeholder sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.

“Kami ingin memperkuat organisasi, meningkatkan komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah dan stakeholder terkait, serta mendorong terciptanya iklim usaha transportasi logistik yang lebih sehat, aman, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Bekasi Raya,” ujar Marcos.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Aptrindo Bekasi Raya, Safaat, mengatakan persoalan akses dan tata kelola lalu lintas kendaraan angkutan barang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Pihaknya akan mendorong komunikasi dengan Pemkab Bekasi terkait penataan rute dan regulasi lalu lintas.

“Aptrindo perlu mendorong pembahasan mengenai persoalan akses dan tata kelola lalu lintas kendaraan angkutan barang, sehingga kepentingan kelancaran distribusi barang dapat berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat,” tutur Safaat.

Selain itu, Aptrindo Bekasi Raya menyiapkan sejumlah program untuk menghadapi tantangan tersebut, di antaranya penguatan advokasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, peningkatan keselamatan serta kompetensi pengemudi, efisiensi operasional armada, digitalisasi usaha transportasi, dan penguatan hubungan antaranggota serta pelaku industri.

“Melalui Raker ini, Aptrindo Bekasi Raya ingin menunjukkan komitmen untuk membangun angkutan barang yang profesional, tertib, aman, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan seluruh stakeholder,” tutupnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |