Beranda Berita Utama Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru yang Hilang di Perairan Selat Sunda Dihentikan
Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banten saat melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang di sekitar Perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. FOTO: BASARNAS
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian berlangsung selama 10 hari sejak laporan hilang kontak diterima pada Senin (7/9/2026).
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa selama 7 hari plus 3 hari operasi SAR berlangsung, Tim SAR Gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang terdiri atas 5 jurnali foto dan 3 kru. Mereka hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
”Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata dia.
Ada pun temuan 13 objek yang didapatkan oleh Tim SAR Gabungan sudah dikonfirmasi kepada semua pihak. Hasilnya, dinyatakan tidak terkait sama sekali dengan speedboat yang hilang kontak 10 hari lalu. Dengan berbagai pertimbangan, Tim SAR Gabungan terpaksa menghentikan operasi SAR.
BACA JUGA: Hilang di Selat Sunda, Keluarga Jurnalis iNews Yudhistoro di Bekasi Menanti dalam Doa
”Maka dengan berat hati, pelaksanaan operasi gabungan ini, oleh pihak yang berkepentingan, pihak yang memiliki kewenangan, dinyatakan dihentikan,” kata Andra Soni.
Namun demikian, semua pihak terkait tetap membuka mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan informasi sekecil apa pun terkait dengan kapal, 5 jurnalis, maupun 3 kru. Jika ditemukan tanda-tanda, mereka akan kembali bergerak melaksanakan operasi SAR.
”Bilamana ada informasi dari masyarakat, baik nelayan atau kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bilamana ada penemuan baru,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad. Dia menegaskan bahwa pihaknya tetap memantau setiap informasi. Utamanya dari kapal-kapal nelayan, kapal patroli, maupun kapal-kapal lain yang melintasi Selat Sunda.
”Yang akan menjadi ujung tombak kami bila menemukan tanda-tanda lebih lanjut,” imbuhnya.
Dalam operasi SAR tersebut, fokus Tim SAR Gabungan pada pencarian Warta selaku kapten kapal, Surakman selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide, M. Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni jurnalis freelance.
Operasi SAR sempat diperluas sampai ke Samudera Hindia, Pesisir Lampung, Pesisir Bengkulu, dan beberapa pulau tidak berpenghuni di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun demikian, operasi laut, darat, dan udara tersebut tidak kunjung membuahkan hasil. (jp)

11 hours ago
11















































