Beranda Entertainment Richard Lee Tegaskan Kehadirannya di Gereja Bukan untuk Ibadah
Potret Richard Lee. Foto: Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Pihak Dokter Richard Lee melalui kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu, memberikan bantahan keras terkait rumor yang menyebutkan bahwa kliennya masih aktif melakukan ibadah di gereja setelah memutuskan memeluk agama Islam. Isu ini ditegaskan sebagai kesalahpahaman atas kehadiran Richard dalam sebuah acara gereja.
Abdul Haji Talaohu menjelaskan bahwa kedatangan Richard Lee ke gereja beberapa waktu lalu bukanlah dalam rangka menjalankan prosesi ibadah, melainkan memenuhi undangan profesional dari Pendeta Gilbert Lumoindong.
“Richard memang pernah datang ke gereja atas undangan Pendeta Gilbert Lumoindong untuk memberikan motivasi. Jadi tidak ada agenda ibadah di dalamnya. Clear ya,” tegas Abdul Haji saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (6/5/2026).
Selain membantah keterlibatan Richard dalam ibadah, kuasa hukum juga menepis tudingan yang menyebut Richard kerap mengajak istrinya, Reni Effendi, untuk beribadah ke gereja. Abdul Haji mengungkapkan bahwa tudingan tersebut salah alamat karena latar belakang keyakinan sang istri.
“Yang perlu diketahui, istri Richard itu bukan penganut Kristen atau Katolik. Reni itu agamanya Buddha. Justru salah sasaran kalau menyerang mereka,” tambahnya.
Pihak Richard Lee menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba menghakimi perjalanan spiritual seseorang.
Abdul Haji secara khusus menyoroti peran Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) yang dinilai turut memicu narasi bahwa keputusan Richard menjadi mualaf hanyalah demi konten atau simpati publik.
Baca Juga: Dituding Tak Menyapa Sang Ibu, Ahmad Dhani Tegaskan Keluarga Besarnya Ogah Ketemu Maia Estianty
Menurutnya, hal ini sudah masuk dalam kategori persekusi privasi yang kejam.
“Mereka menyebarkan kebohongan dan menuduh klien kami menggunakan statusnya sebagai mualaf untuk menarik simpati publik. Itu tuduhan yang sangat keji,” ujarnya.
Menanggapi dugaan upaya pembunuhan karakter secara masif ini, tim hukum Richard Lee kini tengah bergerak mengumpulkan bukti untuk melaporkan pihak-pihak terkait ke kepolisian.
“Kami menduga ada upaya secara sporadis dan masif untuk membunuh karakter klien kami. Kami sedang mengumpulkan bukti dan menunggu waktu yang tepat untuk melaporkan Doktif serta pihak lain yang menyebarkan fitnah ini,” pungkas Abdul Haji.
Bagi pihak Richard Lee, keyakinan adalah urusan pribadi antara manusia dengan sang pencipta yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik untuk digugat. (mna)

9 hours ago
16

















































