Bantargebang Disorot Dunia, Wali Kota Bekasi Ungkap Jurus Tekan Emisi Metana di TPA Sumur Batu

20 hours ago 17

Beranda Metropolis Bantargebang Disorot Dunia, Wali Kota Bekasi Ungkap Jurus Tekan Emisi Metana di TPA Sumur Batu

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut pemerintah mulai melakukan upaya untuk meminimalisir emisi metana di tempat pembuangan akhir (TPA).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi tingginya emisi metana yang dihasilkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Pemprov Jakarta.

Tri mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengubah metode pengolahan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill. Metode tersebut sudah diterapkan di TPA Sumur Batu milik Kota Bekasi.

“Jadi sampah bukan saja ditumpuk, tapi dilapisi. Ini yang akan mengurangi dampak dari pada gas metan yang ada,” katanya, Rabu (6/5).

Selain itu kata dia, pemerintah pusat telah mulai menjalankan program Waste to Energi dengan mengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Dalam hal ini Pemkot Bekasi telah bekerjasama dengan Danantara untuk pembangunan fasilitas PSEL.

“Hari ini juga kita sudah melakukan kerjasama dengan Danantara,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, tercatat menjadi penyumbang emisi metana terbesar di dunia sepanjang 2025.

Peringkat itu merujuk riset tim Emmett Institute, University of California, Los Angeles (UCLA) School of Law, yang dipublikasikan pada April 2026. Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang menghasilkan sekitar 6,3 ton emisi metana per jam.

Laporan tersebut memanfaatkan data pemantauan satelit dari Carbon Mapper, termasuk satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA yang terpasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Temuan ini memperlihatkan bahwa emisi metana dari 25 lokasi pembuangan sampah di dunia jauh melampaui rata-rata global. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |