Xi Jinping Bersih-bersih Orang Dekatnya dan Elite Militer, Jenderal Zhang Youxia Dituduh Jadi Spionase AS

2 days ago 13

RADARBEKASI.ID, BEIJING – Presiden Tiongkok Xi Jinping tengah melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan terdekatnya dan elite militer. Otoritas pertahanan Beijing mengonfirmasi penyelidikan terhadap jenderal paling senior di Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA). Sebuah langkah yang menandai eskalasi tertinggi dalam gelombang pembersihan elite militer yang telah menjalar hingga jantung struktur kekuasaan Presiden Xi Jinping.

Tokoh yang kini menjadi pusat perhatian adalah Zhang Youxia, wakil ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC) dan orang nomor dua dalam hierarki komando militer Tiongkok. Selama bertahun-tahun, Zhang dipandang sebagai sekutu paling tepercaya Xi di lingkungan militer, figur kunci dalam konsolidasi kendali politik atas PLA sekaligus agenda modernisasi angkatan bersenjata.

Dilansir dari The Guardian, Senin (26/1/2026), Kementerian Pertahanan Tiongkok menyatakan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, kepala staf Departemen Staf Gabungan CMC, sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum.” Pengumuman ini menjadi konfirmasi resmi paling signifikan dalam rangkaian pembersihan militer yang kian agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Skala politik kasus ini semakin membesar karena posisi Zhang bukan hanya sebagai jenderal aktif, tetapi juga anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok. Ia termasuk segelintir perwira puncak PLA yang memiliki pengalaman tempur langsung, sebuah latar yang selama ini memperkuat legitimasinya di mata internal militer maupun kepemimpinan partai.

BACA JUGA: Xi Jinping Instruksikan Militer Perkuat Pasukan Siap Tempur, Mau Perang?

Laporan The Wall Street Journal menyebut Zhang dituduh membocorkan informasi terkait program senjata nuklir Tiongkok kepada Amerika Serikat serta menerima suap dalam keputusan-keputusan resmi, termasuk promosi seorang perwira ke posisi menteri pertahanan. Namun, The Guardian menegaskan bahwa tuduhan itu belum dapat diverifikasi secara independen, dan otoritas Tiongkok tidak merinci tuduhan secara terbuka. Meski demikian, bagi pengamat, signifikansi kasus ini terletak bukan pada detail tuduhan semata, melainkan pada posisi struktural Zhang dalam sistem kekuasaan militer Tiongkok. Sejak Xi Jinping meluncurkan kampanye antikorupsi pada 2012, militer menjadi salah satu sasaran utama, dengan fokus yang semakin bergeser ke pucuk tertinggi dalam dekade terakhir.

Gelombang ini mencapai titik kritis pada 2023 ketika Pasukan Roket PLA, unit strategis penjaga kekuatan nuklir dan rudal balistik menjadi target penyelidikan besar. Sejak itu, pembersihan merambat ke level yang sebelumnya dianggap nyaris tak tersentuh, termasuk jajaran Komisi Militer Pusat.

Dalam konteks historis, potensi tersingkirnya Zhang akan menjadikannya jenderal aktif kedua anggota CMC yang jatuh sejak era Revolusi Kebudayaan 1966–1976. Zhang sendiri tidak lagi tampil di hadapan publik sejak 20 November lalu, ketika ia bertemu Menteri Pertahanan Rusia di Moskwa, ketiadaan yang kini dibaca sebagai sinyal politik serius.

Perkembangan ini diawasi ketat oleh diplomat asing dan analis keamanan global. Kedekatan Zhang dengan Xi, serta peran sentral CMC dalam komando operasional dan modernisasi PLA, membuat kasus ini dipandang sebagai ujian langsung terhadap stabilitas internal militer Tiongkok di tengah meningkatnya tensi geopolitik regional.

Di saat yang sama, Tiongkok mengambil sikap militer yang semakin tegas di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, dan terhadap Taiwan. Beijing bahkan menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan pada akhir tahun lalu, menegaskan bahwa modernisasi PLA berjalan paralel dengan peningkatan postur militer eksternal.

Namun, para pakar menilai pembersihan elite tidak serta-merta melumpuhkan fungsi militer. Akademisi keamanan Tiongkok berbasis Singapura, James Char, menyatakan bahwa operasi harian PLA dapat terus berjalan.

“Xi telah menunjuk perwira-perwira PLA lapis kedua untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pendahulunya sebagian besar bersifat sementara,” ujarnya.

Char menambahkan, “Para pemodernisasi militer Tiongkok akan terus mendorong dua target utama yang ditetapkan Xi bagi PLA, yakni menyelesaikan modernisasi pada 2035 dan menjadi angkatan bersenjata kelas dunia pada 2049.”

Kasus Zhang juga bukan insiden tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, mantan wakil ketua CMC He Weidong dipecat dari partai dan militer karena korupsi. Pada Oktober 2025, delapan jenderal senior lainnya juga dikeluarkan dari Partai Komunis, sementara dua mantan menteri pertahanan telah lebih dulu disingkirkan.

Dampaknya meluas ke sektor industri pertahanan. Pembersihan beruntun memperlambat pengadaan persenjataan canggih dan menekan pendapatan sejumlah perusahaan pertahanan besar Tiongkok, menurut pengamatan analis industri.

Secara personal, Zhang Youxia lahir di Beijing dan bergabung dengan militer pada 1968. Ia bertempur dalam perang perbatasan melawan Vietnam pada 1979 dan kembali terlibat bentrokan pada 1984, pengalaman yang membentuk reputasinya sebagai pendukung kuat modernisasi taktik, persenjataan, dan pelatihan pasukan.

Media pemerintah Tiongkok Youth Daily menulis pada 2017, “Dalam pertempuran, baik saat menyerang maupun bertahan, Zhang Youxia menunjukkan kinerja yang sangat menonjol.”

Kini, reputasi militer yang dibangun di medan perang justru berada di bawah bayang-bayang pembersihan politik paling luas dalam sejarah militer Tiongkok modern. (rbs/jpc)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |