Beranda Berita Utama Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Rumah di Cikarang, Anak Gagal Selamatkan Ibunya
CEK TKP: Petugas kepolisian mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran rumah sekaligus warung kelontong di Cikarang Timur, Selasa (30/12). FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebuah rumah tinggal sekaligus warung kelontong di Kampung Citarik, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, hangus dilalap si jago merah pada Selasa (30/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Satu keluarga terdiri dari tiga orang yang menempati rumah tersebut menjadi korban kebakaran.
Pemilik warung, Narin (55), dan anaknya Hermansyah (34) mengalami luka bakar serius. Sementara istri Narin, Komariyah (50), ditemukan meninggal di kamar mandi.
Warga setempat Nur (28) menceritakan awal kejadian. Ia melihat api muncul dari bawah alas rumah saat tengah duduk dekat jendela. Tak lama kemudian, pemilik warung keluar dalam kondisi luka bakar meminta bantuan warga untuk memadamkan api agar tidak menjalar.
“Bapaknya keluar minta tolong. Saya sama mbak yang punya warung teriak-teriak minta tolong,” kata Nur.
Saat warga berusaha menyiram air ke bagian dalam warung, api justru semakin membesar. Nur tidak mengetahui bahwa masih ada penghuni yang terjebak di dalam. Beberapa warga sempat mencoba masuk untuk menolong, tetapi tidak berhasil.
“Ada yang masuk ke dalam, tapi nggak ketemu. Pas keluar, badannya sudah kebakar semua,” katanya.
Sementara, Kapolsek Cikarang Timur, AKP Sugiharto, mengonfirmasi bahwa korban meninggal adalah Komariyah. Korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi setelah api berhasil dipadamkan.
”Dalam kejadian ini, satu orang korban Komariyah. ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi. Diduga korban terjebak saat berusaha menyelamatkan diri ketika api membesar,” ucap AKP Sugiharto.
Berdasarkan keterangan saksi kepada polisi, api pertama kali muncul dari dalam warung. Pemilik warung bersama warga sempat berusaha mengeluarkan barang-barang mudah terbakar, seperti tabung gas dan bensin eceran.
Anak pemilik warung, Hermansyah, sempat mencoba masuk ke dalam bangunan untuk menyelamatkan ibunya. Namun, api sudah menutup akses. Dengan tubuh yang terbakar, Hermansyah terpaksa keluar tanpa berhasil membawa ibunya.
“Hermansyah keluar dari kobaran api tanpa berhasil membawa keluar korban dan mengalami luka bakar,” katanya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar bahan bakar minyak (BBM) eceran di dalam toko.
”Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh percikan api dari colokan listrik yang kemudian menyambar BBM eceran saat sedang dituang ke dalam botol untuk dijual kembali,” terang Sugiharto.
Setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi dibantu warga, seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang.
”Dua korban luka bakar, yakni Narin dan Hermansyah, sudah dalam penanganan medis. Sementara jenazah korban meninggal dunia juga telah dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut,” katanya.
Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sugiharto mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam mengelola instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar di rumah maupun tempat usaha. (ris)

4 weeks ago
50

















































