RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan kemarin (14/9). Sebagai gantinya, Prabowo melantik Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat wakil menteri keuangan sejak 2019.
Pencopotan Purbaya terbilang mendadak. Beberapa jam sebelumnya, dia masih mengikuti rapat gabungan bersama DPD di kompleks DPR (lihat grafis).
Purbaya sebenarnya beberapa kali diisukan bakal diganti. Isu pertama muncul pada Juni. Sebulan kemudian, dia disebut bakal digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia. Namun, baru kemarin Purbaya benar-benar lengser dari kursi Menkeu.
Pelantikan Suahasil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Prosesi tersebut dipimpin langsung Prabowo di Istana Negara.
BACA JUGA : Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari
Usai pelantikan, Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Dia memastikan APBN tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah, dengan defisit dijaga di bawah 3 persen. ’’Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkap Suahasil.
Dia juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara. Kebijakan fiskal, kata dia, harus disampaikan secara konsisten kepada masyarakat.
Hadapi Ujian Besar
Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan menjadi modal penting. Sebelum menjadi Menkeu, Suahasil pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan menjabat wakil menteri keuangan. Namun, pengalaman tersebut juga membuat tuntutan terhadap Suahasil semakin besar. Dia dinilai tidak cukup hanya menjaga kesinambungan birokrasi.
’’Suahasil bukan teknokrat dari luar yang datang untuk memperbaiki sistem lama. Ia adalah bagian dari sistem itu sendiri. Oleh karena itu, publik berhak meminta lebih dari sekadar stabilitas birokrasi. Ia harus berani mengoreksi kebijakan yang selama ini juga ikut ia kelola,” ujar Achmad, kemarin (14/9).
Menurut Achmad, menjaga defisit APBN di bawah 3 persen produk domestik bruto (PDB) memang penting untuk memberikan kepastian kepada pasar. Namun, angka defisit bukan satu-satunya ukuran kesehatan fiskal. Defisit 2,8–2,9 persen, misalnya, tidak otomatis menunjukkan APBN sehat jika dicapai dengan menekan transfer ke daerah, memangkas subsidi secara serampangan, menambah beban kelas menengah, atau memindahkan kewajiban fiskal ke luar APBN. ’’Defisit di bawah 3 persen tidak otomatis berarti APBN sehat,” tegasnya.
Ujian pertama Suahasil juga datang melalui RAPBN 2027. Rancangan anggaran tersebut memproyeksikan pendapatan negara sekitar Rp 3.426 triliun dan belanja Rp 4.097 triliun. Dengan ruang fiskal terbatas, pemerintah harus menentukan program yang benar-benar menjadi prioritas. ’’Menteri Keuangan bukan sekadar bendahara yang mencari uang untuk seluruh janji politik pemerintah. Ia harus mampu mengatakan berapa biaya setiap kebijakan, siapa yang akan membayar, dan program mana yang harus ditunda ketika sumber dananya tidak tersedia,” imbuhnya.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara tidak memicu gejolak di pasar. Transisi tersebut justru memberikan rasa tenang karena Suahasil sudah dikenal pelaku pasar dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai respons pasar cenderung stabil dan positif.
’’Pasar keuangan, investor institusional, maupun analis makro menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Suahasil Nazara,” ujar Rahma saat dihubungi kemarin (14/9). Pengalaman tersebut membuat Suahasil dinilai memahami pengelolaan fiskal dan kondisi internal Kementerian Keuangan. Karena itu, pasar tidak mengalami policy shock. ’’Pasar tahu persis rekam jejak, gaya komunikasi, dan pemahamannya terhadap disiplin fiskal,” tuturnya. (lyn/mim/oni)
Berikut kronologis Pencopotan Purbaya
Sekitar Pukul 11.00
Purbaya menghadiri rapat kerja gabungan bersama DPD, Bappenas, dan Bank Indonesia di kompleks DPR
Sekitar Pukul 14.00
Saat Purbaya menjelaskan program Kemenkeu, anggota DPD Ahmad Nawardi menginterupsi. Nawardi memberi tahu ada telepon darurat dari Mensesneg Prasetyo Hadi.
Purbaya keluar ruang rapat untuk menerima telepon. Setelah itu, dia bergegas meninggalkan lokasi.
Pukul 14.33
Wartawan Istana mendapat kabar Suahasil Nazara akan dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Pukul 15.00
Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Jejak Setahun Purbaya
(8 September 2025–14 September 2026)
Menempatkan Rp 200 triliun pada BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI.
Tidak menaikkan harga jual eceran (HJE) rokok dan tarif cukai hasil tembakau (CHT).
Menerbitkan aturan subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai 5,5 persen hingga 10 persen.
Menunda pemberlakuan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang online melalui marketplace.
Menyelesaikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan di pasar domestik China.
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

3 hours ago
7

















































