Beranda Lifestyle Musik Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan Gara-gara Gas Misterius, Tantri Sampai Batuk hingga Sesak Napas
Potret Band Kotak. Foto: Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Konser band Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta, harus berakhir lebih cepat dari yang direncanakan. Penampilan band yang digawangi Tantri, Chua, dan Cella tersebut terpaksa dihentikan setelah muncul gas dengan bau menyengat di tengah kerumunan penonton.
Kejadian tersebut berlangsung saat konser tengah berjalan. Menurut Tantri, gas berbau menyengat itu sudah muncul sebanyak dua kali dan sempat mendapat peringatan. Namun, insiden serupa kembali terjadi ketika Kotak membawakan lagu “Pelan-Pelan Saja”.
Tantri kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para penonton karena konser harus dihentikan secara tiba-tiba. Melalui unggahannya di akun Threads pribadinya @tantrisyalindri, Senin (14/9/2026), ia menjelaskan alasan di balik penghentian penampilan tersebut.
“Mohon maaf harus tiba2 menghentikan konser karena ada oknum yang mengeluarkan gas cukup menyengat diantara kerumunan penonton. 2x yang pertama sudah diperingatkan, namun terulang di lagu Pelan2 Saja,” tulis Tantri Kotak, dikutip dari akun Threads pribadinya @tantrisyalindri, Senin (14/9/2026).
Tantri mengungkapkan bahwa dirinya merasakan dampak langsung dari gas tersebut. Ia mengalami batuk dan sesak napas sehingga tidak sanggup meneruskan penampilan di atas panggung.
“Saya tidak sanggup melanjutkan karena batuk dan sesak akibat hal ini, banyak penonton juga yang pingsan terkena gas tersebut,” tuturnya.
Tak hanya dirinya, sejumlah penonton yang berada di lokasi juga disebut mengalami dampak serupa. Bahkan, Tantri menyebut terdapat penonton yang sampai kehilangan kesadaran setelah terkena gas tersebut.
Kondisi itu membuat situasi konser yang semula berlangsung sebagai hiburan berubah menjadi kepanikan. Keputusan untuk menghentikan pertunjukan pun diambil demi menghindari semakin banyak orang yang terdampak.
Tantri mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang diduga mengeluarkan gas tersebut. Menurutnya, gas yang muncul di tengah kerumunan tidak berbentuk asap yang mudah terlihat sehingga sumbernya sulit dilacak.
“Untuk Oknum tersebut, saya tdk tau siapa karena gasnya tidak berupa asap jadi ga ketauan siapa pelakunya,” jelas Tantri.
Hal tersebut membuat Tantri maupun pihak lain di lokasi kesulitan mengetahui dari mana gas berasal dan siapa yang menyebarkannya.
Vokalis Kotak itu menyayangkan insiden tersebut karena konser yang seharusnya menjadi kesempatan bagi penggemar untuk menikmati musik justru berakhir dengan situasi yang tidak diharapkan.
Tantri berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama dalam acara yang melibatkan banyak orang. Ia juga menyampaikan perhatian kepada para penonton yang telah datang untuk menyaksikan penampilan Kotak.
Meski sempat mengalami batuk dan sesak napas, Tantri memastikan kondisi dirinya bersama dua personel Kotak lainnya, Chua dan Cella, dalam keadaan baik.
Tantri juga memberikan pesan kepada para penggemar yang datang dari luar Jakarta agar tetap berhati-hati selama perjalanan pulang setelah konser.
“Buat Kerabat Kotak yang hadir dari luar Jakarta, ati-ati di jalan ya. Insya Allah saya, Chua dan Cella baik-baik aja,” tulis Tantri.
Insiden tersebut menjadi pengalaman yang tidak terduga bagi Kotak maupun para penonton. Penghentian konser dilakukan setelah munculnya gas yang disebut mengganggu pernapasan, sementara identitas maupun sumber gas tersebut belum diketahui berdasarkan keterangan Tantri. (mna)

2 hours ago
5

















































