Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Bantah Tuduhan Pelecehan di Pintu Toilet

3 hours ago 6

Beranda Entertainment Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Bantah Tuduhan Pelecehan di Pintu Toilet

Potret Betrand Peto alias Onyo. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penyanyi Betrand Peto atau yang akrab disapa Onyo akhirnya memberikan tanggapan terkait laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret namanya. Didampingi tim kuasa hukum, Timoty Ezra Simanjuntak dan Joseph Irianto, Betrand dengan tegas membantah tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepadanya.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026), tim kuasa hukum Betrand menyampaikan sejumlah hal yang menurut mereka perlu diluruskan terkait kasus tersebut.

Salah satu poin yang menjadi perhatian kuasa hukum adalah lokasi yang disebut sebagai tempat terjadinya dugaan pelecehan. Sebelumnya, pihak pelapor menyebut insiden tersebut berlangsung di area depan toilet sebuah kelab malam.

Namun, berdasarkan peninjauan langsung yang dilakukan tim kuasa hukum ke lokasi, area tersebut dinilai cukup luas dan ramai oleh pengunjung. Kondisi itu kemudian membuat pihak Betrand mempertanyakan kronologi yang disampaikan pelapor.

Joseph Irianto menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan pelecehan seksual di area tersebut. Ia juga menyatakan tidak ada niat dari Betrand untuk melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan.

“Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu,” ujar Joseph dalam konferensi pers.

Menurut Joseph, keberadaan banyak orang di dalam ruangan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyelidikan. Ia menilai kondisi lokasi tersebut harus diperiksa secara objektif agar seluruh fakta dapat diketahui.

Selain kondisi lokasi, tim kuasa hukum juga mengungkap persoalan mengenai kamera pengawas atau CCTV. Mereka menyebut telah melakukan pengecekan langsung dan menemukan bahwa tidak terdapat CCTV di dalam ruangan privat yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.

Joseph menjelaskan, kamera pengawas justru ditemukan di area tangga. Oleh karena itu, pihaknya berharap rekaman dari lokasi tersebut dapat diperoleh melalui proses hukum yang sah apabila memang dibutuhkan sebagai bagian dari penyelidikan.

“Kita kemarin sudah ke sana dan di dalam ruangan tidak ada CCTV ternyata. Tidak ada CCTV, adanya CCTV di tangga,” jelas Joseph.

Tim kuasa hukum juga meminta agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait perkara tersebut. Timoty Ezra Simanjuntak menyoroti munculnya berbagai opini di media sosial yang dinilai telah menyudutkan Betrand sebelum proses hukum menghasilkan kesimpulan.

Baca Juga: Sosok Ini Bongkar Hubungan Betrand Peto dengan Perempuan yang Mengaku Jadi Korban Kekerasan Seksual

Menurut Timoty, penanganan dugaan TPKS harus dilakukan berdasarkan alat bukti dan pemeriksaan yang relevan, termasuk aspek medis maupun psikologis serta keterangan dari pihak yang memiliki keahlian.

“Dalam TPKS ini juga harus ada rekam medis, juga ada rekam psikologis, dan juga ahli. Jadi kita tidak boleh melakukan media trial terhadap klien kami,” tegas Timoty.

Sementara itu, Betrand Peto secara langsung menyampaikan bantahannya. Ia mengaku bingung dengan tuduhan yang diarahkan kepadanya dan menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan seksual seperti yang dituduhkan.

Betrand juga menyebut dirinya tidak mengenal sosok pelapor maupun rekannya. Meski demikian, ia menyatakan siap menjalani seluruh proses hukum dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Aku tidak melakukan itu sama sekali. Dan aku di sini untuk siap mengikuti semua rules-rules yang sudah ditetapkan, aturan-aturan yang sudah ada,” ujar Betrand.

Ia juga menegaskan tidak ingin memperpanjang persoalan dengan memberikan cerita tambahan di luar apa yang memang diketahuinya. Betrand memilih menyerahkan proses pembuktian kepada pihak yang berwenang.

“Aku enggak akan tambah-tambahin kata-kata, tambah-tambahin cerita, dan aku siap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Betrand Peto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh perempuan berinisial ANW. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan TPKS dan kekerasan yang disebut terjadi di sebuah kelab malam di kawasan SCBD pada Sabtu (12/9/2026).

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai laporan beredar luas. Di tengah ramainya pemberitaan, Ruben Onsu selaku ayah Betrand turut menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat.

Ruben juga menegaskan bahwa keluarga akan bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum. Pihak keluarga memilih menyerahkan proses pembuktian sepenuhnya kepada kepolisian agar perkara tersebut dapat ditangani berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |