Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

4 hours ago 11

Beranda Berita Utama Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Basarnas Lampung menyisir Sebesi hingga Krakatau, untuk mencari delapan orang di kapal cepat terdiri dari dua orang anak buah kapal, satu guide, dan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau telah memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). FOTO: BASARNAS

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Operasi pencarian terhadap delapan orang kapal cepat terdiri dari dua orang anak buah kapal, satu guide, dan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau telah memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026).

Usai dilakukan evaluasi, Kantor SAR memutuskan memperpanjang waktu operasi pencarian selama tiga hari ke depan, terhitung Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026), setelah pencarian hingga hari ketujuh masih nihil.

“Saya menyampaikan evaluasi hasil operasi SAR hari ketujuh, yang kita laksanakan hari ini masih nihil. Dan hasil rapat koordinasi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan selama tiga hari ke depan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, kepada wartawan, di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026)

Lebih lanjut, Amrad mengatakan operasi pencarian telah dilakukan hingga memasuki wilayah Samudra Hindia dengan mempertimbangkan pergeseran arus laut.

“Hari ke-6 hari ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di samudra Hindia, kita berdasarkan dengan pengamatan pergeseran arus. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tim dalam menentukan area pencarian berikutnya,” tuturnya.

Pada pencarian hari berikutnya, ia menambahkan, area pencarian ditentukan berdasarkan hasil evaluasi operasi selama tujuh hari serta pengamatan terhadap pergerakan arus dan data kondisi laut.

Amrad mengatakan, pencarian tetap dilakukan menggunakan kapal dan pemantauan melalui udara. Namun, pelaksanaan kedua metode tersebut disesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

Ia menjelaskan, cuaca menjadi salah satu tantangan selama proses pencarian. Pada hari pertama dan kedua, operasi terkendala kondisi Gunung Anak Krakatau yang belum kondusif. Selanjutnya, mulai hari ketiga hingga keenam, tim menghadapi kendala kabut.

“Pada hari kelima, helikopter masih dapat melakukan pencarian namun dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer pada ketinggian 500 kaki. Namun, pada hari keenam, helikopter yang telah disiapkan tidak dapat diterbangkan karena kondisi kabut,” paparnya.

Amrad juga mengatakan metode penyelaman belum dapat dilakukan karena titik keberadaan korban maupun kapal cepat yang digunakan belum diketahui secara pasti.

“Kalau untuk metode penyelaman karena titik korban belum kita temukan, belum bisa kita pastikan untuk penyelaman. Namun tim kami tetap siap sampai dengan hal tersebut,” pungkasnya. (oke)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |