Penjelasan Puasa Qadha di Bulan Syawal dan Niatnya

23 hours ago 7

Beranda Lifestyle Penjelasan Puasa Qadha di Bulan Syawal dan Niatnya

Ilustrasi/Waktu yang tepat untuk qadha ramadan. Foto: freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Bagi umat Muslim yang sempat batal atau tidak menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, diwajibkan untuk mengganti puasanya di lain waktu. Puasa qadha Ramadan merupakan kewajiban bagi mereka yang meninggalkan puasa di bulan Ramadan, baik karena sakit, safar (bepergian jauh), haid, nifas, atau alasan lainnya yang dibenarkan dalam syariat Islam.

Puasa qadha dapat dilaksanakan setelah bulan Ramadan berakhir, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa. Hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah:

-Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)

-Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah)

-Hari-hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)

Di luar hari-hari tersebut, umat Muslim dapat menjalankan puasa qadha kapan saja sesuai dengan kemampuannya. Sebaiknya, puasa qadha dilakukan sesegera mungkin agar kewajiban segera tertunaikan dan tidak menumpuk. 

Namun, tidak ada ketentuan bahwa puasa qadha harus dilakukan secara berturut-turut, sehingga boleh dilakukan secara terpisah sesuai dengan kesempatan yang ada.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadan 2025?

Tidak ada batasan waktu yang ketat dalam melaksanakan puasa qadha, asalkan belum memasuki Ramadan tahun berikutnya. Bagi yang ingin segera menunaikannya, puasa qadha bisa dilakukan mulai bulan Syawal, tepatnya setelah 1 Syawal (Idul Fitri).

Baca Juga: Hukum dan Konsekuensi Mokel saat Puasa dalam Islam

Berdasarkan ketetapan pemerintah Indonesia, 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Dengan demikian, puasa qadha dapat dimulai pada 2 Syawal 1446 Hijriah atau Selasa, 1 April 2025, dan seterusnya.

Menurut pandangan ulama, sebagaimana dijelaskan oleh BAZNAS dan NU Online, puasa qadha di bulan Syawal dapat dilakukan sebelum atau sesudah Puasa Syawal (puasa sunnah enam hari), tergantung pada niat dan kemampuan masing-masing individu.

Karena puasa qadha merupakan puasa wajib, niatnya harus dilakukan sebelum fajar, berbeda dengan puasa sunnah yang masih bisa diniatkan di pagi hari asalkan belum makan atau minum.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Dalam Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Tata cara puasa qadha sama dengan puasa Ramadan, yaitu dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa. (ce2)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |