Pemkot Bekasi Siap Bangun Tandon Air Raksasa

6 hours ago 16

TEROBOS BANJIR : Driver ojek online menerobos banjir setinggi 1,5 meter saat banjir merendam Perumahan Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus mengupayakan penanganan banjir di tengah tingginya curah hujan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir, baik jangka pendek maupun persiapan jangka panjang.

Tri menyebut, langkah pertama adalah dukungan rekayasa cuaca dari pemerintah pusat dan Gubernur DKI Jakarta, yang sangat membantu wilayah Jabodetabek menghadapi hujan ekstrem.

“Kita bersyukur karena Pak Gubernur sudah melakukan rekayasa cuaca. Ini memang membutuhkan pendanaan yang tinggi, tetapi hari ini Jabodetabek terbantu dengan kondisi yang ada,” ujar Tri saat ditemui di kawasan Bekasi Selatan, Rabu (28/1).

Langkah kedua, Tri menekankan potensi rob atau pasang air laut yang bisa memperparah banjir, mengingat ketinggian Bekasi hanya sekitar 12 meter di atas permukaan laut.

Rencana pembangunan Giant Sea Wall oleh pemerintah pusat dan DKI Jakarta diyakini akan menjadi solusi untuk menahan air laut, sehingga tandon di daratan tetap bisa menampung air hujan.

“Dengan adanya Giant Sea Wall, kita punya semacam tandon besar di laut, sehingga air laut masih bisa dipompa saat hujan deras dan tidak menimbulkan banjir besar,” jelasnya.

Langkah ketiga adalah normalisasi dan perbaikan infrastruktur saluran air. Tim Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) bekerja sepanjang waktu untuk meningkatkan kapasitas tampungan saluran, meski kemampuan saluran saat ini hanya mampu menahan banjir selama dua hingga tiga jam sebelum meluber.

“Saluran kita harus terus dinormalisasi. Teman-teman BMSDA tidak pernah berhenti bekerja untuk meningkatkan daya tampung saluran air,” kata Tri.

Langkah keempat, koordinasi lintas wilayah juga terus dilakukan, terutama di perbatasan Kota Bekasi dengan kabupaten Bekasi.

Beberapa sungai mengalami penyempitan, dan ada jembatan yang menghalangi aliran air. Polder seluas 3,8 hektar dengan kedalaman 8 meter sudah mampu menampung ribuan meter kubik air, tetapi tetap perlu dukungan dari lahan sekitar.

Tri menambahkan, Pemkot Bekasi juga memanfaatkan lahan milik Pengadilan Agama dan Perumnas untuk membuat tandon air, meski kapasitasnya belum optimal.

Untuk jangka panjang, pemerintah kota berencana membeli lahan tambahan, seperti di Situ Wong seluas hampir 6 hektar dan di Mustika Jaya sekitar 1,8 hektar, untuk mencegah banjir di lima RW di sekitarnya.

“Kami konsentrasi menambah jumlah tampungan air agar bisa menahan debit air tinggi. Ini juga mendukung pembangunan berkelanjutan karena air yang ditampung bisa menjadi cadangan saat musim kemarau,” pungkasnya (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |