RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Aksi komedian Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand up comedy terbarunya bertajuk Mens Rea tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah Pandji melontarkan sindiran yang menyinggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam salah satu materi komedinya yang kini dapat disaksikan melalui platform Netflix.
Sorotan publik kian besar karena sindiran tersebut tidak hanya viral di kalangan warganet, tetapi juga mendapat tanggapan langsung dari Dedi Mulyadi.
Melalui akun media sosial pribadinya, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu mengaku mengetahui bahwa penampilan Pandji sedang ramai diperbincangkan. Oleh sebab itu, ketika namanya disebut dalam pertunjukan tersebut, KDM pun memilih untuk memberikan respons secara terbuka.
Dalam materi Mens Rea, Pandji Pragiwaksono membahas berbagai persoalan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia, termasuk isu yang menurutnya cukup menonjol di wilayah Jawa Barat. Salah satu topik yang diangkat Pandji adalah fenomena pemilihan kepala daerah.
“Di antara masyarakat Indonesia, gue sadari masalah terbesar untuk permasalahan ini tuh adanya di Jawa Barat, orang Sunda,” ujar Pandji dalam pertunjukannya.
Komika kelahiran 18 Juni 1979 itu kemudian menyinggung kecenderungan masyarakat Jawa Barat yang, menurutnya, kerap memilih figur publik berlatar belakang artis sebagai pemimpin daerah.
Pandji menyebut sejumlah nama yang pernah menjabat atau maju dalam kontestasi politik di Jawa Barat, lalu mengaitkannya dengan Dedi Mulyadi.
“Orang Sunda senang banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil Gubernur mereka Dede Yusuf, artis TV. Sekarang Gubernurnya Dedi Mulyadi, artis YouTube,” ucap Pandji, yang disambut tawa penonton.
Baca Juga: Umi Pipik Tegaskan Setuju Poligami, Tapi Beri Peringatan Keras: Jangan Sampai Menyakiti Istri
Usai melontarkan pernyataan tersebut, Pandji tampak menyadari bahwa ucapannya berpotensi memicu beragam reaksi. Apalagi ketika nama Dedi Mulyadi disebut, suasana pertunjukan menjadi riuh.
“Banyak yang enggak suka, banyak yang enggak suka. Santai aja atuh kawan,” imbuh Pandji sambil tertawa.
Tanggapan Dedi Mulyadi
Sindiran Pandji yang menyebut namanya dan kemudian viral di media sosial langsung mendapat respons dari Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram pribadinya, KDM justru mengawali tanggapannya dengan nada positif. Ia mengaku sebagai penggemar Pandji dan mengapresiasi gaya kritik yang disampaikan melalui komedi.
“Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar Anda loh. Anda ini keren, setiap pernyataan-pernyataannya itu menggelitik, korektif, dan edukatif. Termasuk orang Jawa Barat milih pemimpin selalu yang keartisan,” ungkap Dedi Mulyadi.
Meski demikian, KDM menyayangkan adanya kekeliruan dalam penjelasan Pandji terkait figur artis yang terjun ke dunia politik di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa beberapa nama yang disebut Pandji justru tidak terpilih saat maju dalam pemilihan kepala daerah.
“Tapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah enggak kepilih. Pak Deddy Mizwar waktu itu pasangannya saya loh calon wakil gubernur, Pak Dede Yusuf pasangannya dengan Pak Lex juga enggak terpilih,” jelas KDM.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa latar belakang sebagai artis tidak serta-merta meniadakan kapasitas seseorang dalam bidang pemerintahan. Ia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada Dede Yusuf yang dinilainya memiliki pemahaman pembangunan yang baik.
“Tapi walaupun dia artis, saya ngaku, jujur, Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI, kerangka berpikir pembangunannya juga keren. Untuk itu, banyak yang artis juga punya kemampuan,” ujarnya.
Terkait dirinya yang disebut sebagai “gubernur rasa artis YouTube”, KDM memilih untuk tidak bereaksi secara emosional. Ia justru mengajak Pandji untuk melihat langsung kinerjanya di lapangan.
“Sedangkan saya sendiri, yang dianggap Gubernur YouTuber, saya enggak boleh muji diri saya, baik atau enggak memimpin. Nah gini aja, Kang Pandji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan provinsi, keliling ke daerah di seluruh Jabar, saya ngebangunnya benar atau enggak, apakah saya ini hanya Gubernur konten atau Gubernur kenyataan, ya kita sama-sama lihat hasil di lapangan,” kata KDM.
Menutup tanggapannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tersinggung dengan sindiran Pandji. Ia menilai kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan berdemokrasi dan justru perlu disampaikan secara terbuka.
Baca Juga: Klarifikasi Sal Priadi Usai Foto Bareng Sitok Srengenge Viral di Media Sosial
“Terus berkarya melakukan autokritik yang terbuka. Karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, gagasan, kritikan secara terbuka apalagi dikemas dalam koreksi yang jenaka, keren,” imbuhnya.
Komentar tersebut pun mendapat balasan langsung dari Pandji Pragiwaksono. Di kolom komentar unggahan KDM, Pandji menyampaikan respons hangat dan menyambut baik perhatian tersebut.
“Salam kenal Kang Dedi. Alhamdulillah ini jadi jembatan perkenalan kita ya,” tulis Pandji.
Interaksi keduanya pun menuai beragam respons dari warganet, yang menilai dialog terbuka antara komedian dan pejabat publik ini sebagai contoh kritik dan tanggapan yang sehat dalam ruang demokrasi.(ce2)

2 days ago
17

















































