Munggahan dan Nyorog, Budaya yang Masih Hidup di Utara Kabupaten Bekasi

9 hours ago 13

Beranda Ramadan Munggahan dan Nyorog, Budaya yang Masih Hidup di Utara Kabupaten Bekasi

Tokoh masyarakat utara Kabupaten Bekasi, Damin Sada.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tradisi Munggahan sebagai bentuk rasa syukur menyambut bulan suci Ramadan masih dipertahankan masyarakat Kabupaten Bekasi. Doa bersama dan berbagi olahan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua serta tetangga dilakukan satu hingga dua hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan dan Idulfitri.

Tradisi Munggahan dilanjut dengan kegiatan Nyorog atau berbagi bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, termasuk bagi tokoh masyarakat utara Kabupaten Bekasi, Damin Sada.

Tradisi munggahan maupun nyorog sebelum memasuki puasa Ramadan dan menyambut Lebaran Idul Fitri, merupakan budaya turun temurun.

Pria yang dijuluki Jawara Bekasi ini menjelaskan, budaya tersebut mengajarkan saling berbagi kepada orang tua, saudara, hingga tetangga.

“Seandainya kita punya rezeki, kalau masih ada orang tua kita ngirim lauk pauk, termasuk ke saudara yang lebih tua, itu nyorog. Jadi kalau besok mau puasa, hari ini kita sudah nyorog ke orang tua dan ke keluarga yang lebih tua. Itu memang sudah turun temurun dari dulu,” ucapnya.

Ia tak menampik, wilayah utara Kabupaten Bekasi masih kental menjunjung tradisi itu hingga sekarang. Budaya atau tradisi positif ini diharapkannya dapat terus dijaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Masih kental (di utara), itu kan budaya yang positif, enggak ada unsur lainnya, karena kita berbagi ke orang tua, ke keluarga yang lebih tua, sampai ke tetangga-tetangga ketika mempunyai rezeki lebih. Dan dia pun nanti ngasih kita juga, saling tuker. Karena mungkin yang lebih muda ngasih ke kita,” jelasnya.

Tradisi itu juga terpantau masih di jaga baik  masyarakat kampung Pamahan, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sejak Rabu (18/2) pagi kemarin para warga  sibuk menyiapkan berbagai olahan makanan. Ada olahan lauk hingga nasi bungkus. Bahkan mereka juga menggelar do’a bersama.

Meski zaman berkembang pesat warga sekitar berharap budaya yang mengedepankan rasa saling berbagi dan menghormati serta bentuk rasa syukur ini tak hilang dimakan zaman. (*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |