Beranda Berita Utama Geger! Setoran Uang Pulsa Rp7,4 Juta Berubah Jadi Daun di Kota Bekasi, Begini Kronologinya
S menunjukkan daun terikat karet. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang warga Perumahan Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, berinisial S (28), yang bekerja di salah satu kantor grosir voucher pulsa di Rawalumbu, Kota Bekasi, dibuat kaget. Uang setoran pulsa senilai Rp7.450.000 berubah menjadi daun pada Rabu (18/2).
S menceritakan kronologi kejadian tersebut. Peristiwa bermula saat ia mengambil uang setoran dari pelanggan konter pulsa dan menghitungnya sebelum melanjutkan perjalanan ke kantor. Ia memastikan uang tersebut murni asli sebelum disimpan di tasnya.
“Lagi ngambil uang setoran customer saya. Sebelum berangkat saya bawa uang setoran customer dan itu bener-bener pure uang, yang saya terima. Terus saya juga sempet ngitung uangnya dulu, soalnya itu lumayan banyak, Rp7.450.000 an,” ujar S kepada Radar Bekasi, Kamis, (19/2).
“Nah itu tuh pas saya ambil itu bener-bener kepitannya, persejuta kan, persejuta tuh saya hitung ada 7 iket, sama recehannya,” sambung S.
Sesampainya di kantor, uang itu masih ada di dalam tas ketika ia hendak mengambil ponsel sebelum briefing. Namun setelah briefing selesai, saat tas dibuka kembali, uang yang tadinya ada di dalam tas telah berubah menjadi daun.
“Nah terus pas nyampe kantor, saya buka tas mau ngambil HP, kan sebelumnya briefing dulu. Buka tas ngambil HP, saya liat itu masih uang, masih di dalam tas. Setelah briefing, saya mau naro HP, buka tas udah jadi daun,” kata S.
Kaget dengan kejadian tersebut, S langsung melaporkan peristiwa itu kepada atasannya dan meminta solusi. Namun respons yang diterimanya justru penuh keraguan, karena pihak perusahaan tidak mempercayai cerita S.
“Saya langsung laporan ke atasan, terus minta solusinya gimana tetapi kantor nggak percaya, katanya mana ada uang berubah jadi daun,” jelas S.
Ia menjelaskan, pihak perusahaan tidak menuntut penggantian uang yang hilang, namun meminta pengakuan atas kejadian tersebut. Ia mengaku diminta untuk bersikap jujur dan jika tidak mengakui tudingan itu, diminta memilih mundur dari dari pekerjaannya. Merasa tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan, S akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan.
“Nggak minta ganti, dia bilang saya nggak butuh dikembalikan uangnya, dia hanya minta kejujurannya, kalau nggak mau ngaku, ya mengundurkan diri. Saya pilih mengundurkan diri daripada saya ngaku hal yang nggak saya lakuin,” ungkap S.
S merasa kecewa atas perlakuan yang diterimanya setelah 10 tahun bekerja. Ia heran dengan tudingan tersebut. Sebab jika benar berniat mengambil uang setoran, jumlah Rp7 juta terlalu kecil dibanding setoran sehari-harinya yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Disayangkannya itu, saya udah 10 tahun kerja kok, kalau emang saya berani macem-macem kenapa dengan cuma uang 7 juta saya macem-macemnya. Padahal sehari-sehari saya bisa setorang sampai 100-200 juta per hari,” pungkasnya. (cr1)

7 hours ago
13

















































