Beranda Bekasi Ketua BKMT Kota Bekasi Luncurkan Buku Atifah Hasan Guru yang Dirindu
Peluncuran buku Atifah Hasan Guru yang Dirindu, Islamic Center Bekasi, Kota Bekasi, Kamis (15/1/2026).
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bekasi Atifah Hasan meluncurkan buku “Atifah Hasan Guru yang Dirindu”, Kamis (15/1/2026).
Peluncuran buku berlangsung di Aula Muzdalifah, Islamic Center Kota Bekasi itu, dihadiri ribuan ibu-ibu majelis taklim dari BKMT se-Kota Bekasi.
Sejumlah tokoh, seperti Prof. Dr. Din Syamsuddin (mantan Ketum Muhammadiyah dan Ketua MUI), Prof. Dr. Dailamy Firdaus (Anggota DPD RI), Prof. Dr. Hj. Elly Maliki, Dr. Elly Risman (Pakar Parenting dan Psikolog) dan H. Ahmad Syaikhu (mantan Wakil Wali Kota Bekasi).
BACA JUGA: Rapat Perdana BKMT Jabar Sukses
Para tokoh mengapresiasi peluncuran buku yang merekam perjalanan dakwah Atifah Hasan selama 40 tahun di Indonesia. Din Syamsuddin menyebut Atifah Hasan sebagai tokoh perempuan pendakwah yang layak disebut sebagai Mujahidah.
“Beliau mujahidah yang membangkitkan surau (masjid), lapau (perniagaan) dan dangau (rumah/gazebo) umat Islam di Indonesia melalui BKMT-nya,” ungkap Din Syamsuddin.
Sementara itu, Dailamy Firdaus menyebut Atifah Hasan sebagai ibu bangsa yang menghabiskan hidupnya untuk berdakwah. “Teladan di dalam dakwah. Teguh dalam amar maruf nahi munkar dan menjaga ukhuwah lintas profesi. Mengajar dan menggerakkan. Membina umat di bidang spritual dan sosial,” bebernya.
Keberadaan BKMT dan sosok Atifah Hasan juga mendapat perhatian Elly Maliki, pengurus Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIN). Elly mengaku sangat terharu dengan kiprah Atifah Hasan di BKMT.
“Saya sangat terharu. Karena BKMT. Perjuangan luar biasa perempuan Indonesia yang dimulai Ustadzah Tuti Alawiyah dilanjutkan Ustadzah Atifah,” ungkap Elly Maliki yang berkawan akrab dengan Atifah Hasan sejak masih kuliah di Al Azhar, Cairo, Mesir.
Menurut Elly, nama Atifah Hasan terkenal hingga ke Papua dan Aceh berkat BKMT. “BKMT ini benteng moral dan penjaga budaya. Lembaga pendidikan sepanjang massa,” ujarnya.
Pakar parenting sekaligus psikolog, Elly Risman mengajak para anggota BKMT untuk meneladani Atifah Hasan. “Kita tiru ustazah Atifah. Miliki bukunya dan tiru sedapat yang kita bisa. Beliau teladan dalam kehidupan. Dari doa ikhtiar dan perjuangannya setiap hari,” ungkap Elly Risman seraya mengajak keluarga BKMT mewaspadai kejahatan digital, seperti pornografi yang tersebar massif via ponsel.
Sebagai penutup, Ahmad Syaikhu yang merupakan pembina Islamic Center Bekasi menyatakan apresiasinya atas perjalanan panjang dakwah Atifah Hasan.
Syaikhu menilai kemampuan Atifah Hasan dalam menjaga ritme panjang dakwahnya pada beberapa faktor. “Saya melihat landasannya ketulusan. Konsisten dalam berdakwah. Ilmu tak cukup hanya dipelajari tapi perlu dibimbing. Guru penting sebagai tempat bertanya. Guru bukan sekadar tempat transfer knowledge. Tetapi juga menuntut untuk mempraktikkannya,” ujar Syaikhu.
Atifah, imbuh Syaikhu, juga berhasil menghidupkan adab. Perasaan dalam berdakwah. “Itu tercermin dari gerakan beliau membantu para korban bencana lewat BKMT, ALPIN dan sebagainya,” tandas Syaikhu.
Sementara itu, Atifah mengungkapkan, peluncuran buku itu bukan berarti dirinya telah sukses sebagai pendakwah. Buku ini, imbuh dia, sebagai catatan perjalanan hidupnya di bidang dakwah, sosial dan kemanusiaan.
“Saya masih jauh dari sukses. Ini hanya catatan kecil perjalanan dalam berdakwah, sosial dan kemanusiaan selama kurang lebih 40 tahun,” ujar Atifah yang kini berusia 72 tahun. (zar)

2 weeks ago
40

















































