Beranda Berita Utama Harga Sewa Booth Kontainer di Kawasan Tirta Kalimalang Dinilai 'Mencekik' Pelaku UMKM
Booth kontainer berjejer di bawah jalan tol Becakayu, yang akan dijadikan area kuliner Kawasan Wisata Kalimalang Bekasi, Minggu (4/1). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga sewa booth kontainer PT Mitra Patriot di kawasan Tirta Kalimalang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi menjadi sorotan anggota DPRD.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa Direktur PT Mitra Patriot, David Rahardja, tidak melibatkan DPRD dalam membahas proyek wisata air Kalimalang maupun rencana penyewaan booth kontainer UMKM.
“Kami, khususnya Komisi III DPRD Kota Bekasi, tidak pernah dilibatkan. Semua keputusan diambil sepihak oleh PT Mitra Patriot,” ujar Arif di gedung DPRD Senin, (19/1).
Arif menilai, harga sewa yang ditetapkan PT Mitra Patriot tidak realistis bagi pelaku UMKM. Diketahui, harga sewa Rp100 juta per tahun bagi pelaku usaha non-UMKM dan Rp50 juta per tahun untuk para UMKM Kota Bekasi.
Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin. Ia menilai harga sewa tersebut mencerminkan ketidakberpihakan kepada masyarakat kecil karena nominalnya cukup tinggi.
“UMKM dipatok Rp50 juta per tahun, non-UMKM Rp100 juta. Itu jelas ‘mencekik’, bukan melindungi,” kata Alit.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Bekasi melakukan kajian ulang dalam menetapkan harga sewa kontainer di wisata air Kalimalang. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat kecil harus menjadi prioritas dalam penetapan harga.
“Bayangkan, UMKM harus bayar Rp4 juta per bulan, sementara potensi wisata belum terbukti. Ini kebijakan yang keliru,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, menegaskan bahwa ketentuan harga sewa booth kontainer masih bersifat sementara karena masih dalam tahap kajian.
Harris memastikan, skema yang disiapkan tidak akan memberatkan pelaku usaha, terlebih pemerintah juga akan memberikan dukungan berupa subsidi bagi pelaku UMKM.
“Nah ini kan belum fix masalah harga. Ini kan belum. Masih dikaji, kalau ini orang masih berasumsi Jadi kita mesti siapkan dulu tempatnya, dan pasti tidak akan mahal. Jadi kita memberikan itu, ada subsidi dari pemerintah untuk UMKM,” ungkap Harris.
“Saya kira kita lihat kita kaji kalau yang komersial, ya. Perkiraan, kapasitas dia bisa berapa gitu, berbulan. Kita juga tidak mau memberatkan juga,” pungkasnya. (cr1)

1 week ago
26

















































