Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Bekasi Meroket

4 weeks ago 46

Beranda Cikarang Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Bekasi Meroket

KOMODITAS NAIK: Pedagang membersihkan cabai rawit hijau di Pasar Induk Cibitung, beberapa waktu lalu. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan signifikan. Pada pekan ini, Indeks Perubahan Harga (IPH) tercatat mencapai 4,27, jauh di atas batas normal.

Kondisi tersebut terungkap berdasarkan hasil pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menjelaskan bahwa IPH normal berada di kisaran 2,5 hingga maksimal 3,5.

“Kalau sudah 4,27 berarti sudah tinggi, di atas ambang batas. Penghitungannya kan IPH dan minggu ini kita ada di angka 4,27,” ujar Helmi, Selasa (30/12).

Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan IPH dipicu oleh tiga komoditas utama, yakni cabai, daging ayam, dan bawang merah.

“Harga cabai merah Rp40 ribu per kilogram normalnya. Nah ini di tingkat konsumen saat ini sudah di angka Rp80 ribu sampai Rp85 ribu per kilogram,” tuturnya.

Helmi mengungkapkan, lonjakan harga cabai dipicu oleh menurunnya pasokan dari daerah produsen utama seperti Magelang, Garut, dan Sukabumi akibat cuaca ekstrem serta masa panen yang tidak optimal.

“Di daerah produsen rata-rata produksinya turun sampai 40 persen. Ini berdampak pada pasokan ke Pasar Induk Cibitung,” jelas Helmi.

Pihaknya juga telah berupaya mendatangkan pasokan dari luar daerah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Bahkan, daerah pemasok alternatif seperti Aceh dan Solok, Sumatera Barat, yang biasanya menjadi andalan, kini menghentikan suplai karena terdampak bencana banjir.

“Biasanya kalau kondisi begini kita kerja sama dengan Aceh atau Sumatera Barat, tapi sekarang mereka juga lagi ada bencana,” terang Helmi.

Meski kenaikan harga menjelang pergantian tahun tergolong sebagai pola tahunan, Helmi menilai posisi Kabupaten Bekasi saat ini masih relatif tinggi dibandingkan daerah lain.

“Kalau dibandingkan tahun lalu masih di kisaran 4,2. Tapi dibandingkan kabupaten lain di Jawa Barat dan Jabodetabek seperti Bogor dan Depok, kita termasuk tinggi,” kata Helmi.

Helmi berharap harga kebutuhan pokok dapat mulai menurun setelah pergantian tahun. Namun demikian, ia mengingatkan potensi kenaikan masih terbuka mengingat cuaca ekstrem diperkirakan belum sepenuhnya mereda.

“Kita berharap ini sudah di puncak dan tinggal turun. Tapi potensi naik masih ada karena peringatan cuaca ekstrem masih disampaikan BMKG,” tandasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |