Dishub Ungkap Pemicu Kemacetan di Kawasan Stasiun Bekasi, 80 Ribu Penumpang Tiap Hari

17 hours ago 15

Beranda Berita Utama Dishub Ungkap Pemicu Kemacetan di Kawasan Stasiun Bekasi, 80 Ribu Penumpang Tiap Hari

PADAT MERAYAP : Arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda, depan Stasiun Bekasi, dipadati kendaraan saat jam sibuk sore, Senin (6/7). Tingginya mobilitas penumpang kereta, aktivitas angkutan umum dan ojek online, serta kendaraan yang menaikkan dan menurunkan penumpang masih menjadi pemicu kemacetan di kawasan tersebut. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kemacetan masih menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan Stasiun Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tingginya mobilitas penumpang kereta yang mencapai puluhan ribu orang setiap hari disebut menjadi faktor utama penyebab padatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengatakan Stasiun Bekasi merupakan stasiun dengan jumlah penumpang terbesar di Kota Bekasi. Setiap hari, puluhan ribu penumpang kereta rel listrik (KRL) maupun kereta api jarak jauh naik dan turun di stasiun tersebut.

“Jumlah penumpang yang naik dan turun setiap hari mencapai sekitar 80 ribu orang. Ini menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi lalu lintas di sekitar stasiun,” ujar Teguh.

Menurut dia, kepadatan lalu lintas paling terasa pada sore hari saat penumpang pulang bekerja bersamaan dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Ir H Juanda dan sekitarnya.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub Kota Bekasi menempatkan personel setiap hari di kawasan stasiun. Petugas bertugas menertibkan angkutan kota (angkot), ojek online (ojol), parkir liar, serta berkoordinasi dengan Satpol PP dalam penataan pedagang kaki lima (PKL).

“Petugas Dishub ditempatkan secara bergiliran, terutama pada sore hari karena kondisi lalu lintas jauh lebih padat dibanding pagi,” katanya.

Dishub juga terus mengimbau pengemudi ojol maupun pengelola parkir agar tidak memanfaatkan trotoar sebagai tempat parkir. Selain itu, angkot dan ojol diminta tidak terlalu lama menunggu penumpang agar arus kendaraan tetap bergerak.

Sebagai solusi jangka pendek, Dishub bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan setelah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi mulai beroperasi.

Nantinya, seluruh pejalan kaki dari arah selatan akan diarahkan menggunakan JPO. Dengan begitu, akses penyeberangan di dekat minimarket yang selama ini menjadi titik penyeberangan warga akan ditutup.

Menurut Teguh, penutupan akses tersebut belum dapat dilakukan karena JPO hingga kini belum difungsikan.

“Kalau akses itu ditutup sebelum ada penghubung yang memadai, masyarakat justru berpotensi menyeberang rel sehingga membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Selain itu, pintu masuk area parkir sepeda motor juga akan dimodifikasi dengan menggeser palang parkir lebih ke dalam agar antrean kendaraan tidak meluber hingga badan jalan.

Di sisi lain, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi juga berencana memperpanjang median jalan hingga kawasan Jalan Kemakmuran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas penyeberangan sembarangan maupun putaran kendaraan yang kerap menghambat arus lalu lintas.

Teguh optimistis kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi dapat berkurang apabila seluruh rekayasa lalu lintas berjalan dan masyarakat disiplin memanfaatkan JPO.

“Kalau JPO sudah beroperasi secara optimal dan masyarakat tertib menggunakannya, saya yakin kemacetan di kawasan Stasiun Bekasi bisa berkurang sekitar 40 sampai 60 persen,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh rekayasa lalu lintas tersebut masih bersifat konsep dan akan dievaluasi setelah diterapkan. Jika masih terjadi penumpukan kendaraan di titik tertentu, Dishub akan menyiapkan langkah lanjutan.

Dalam jangka panjang, Teguh menilai pembangunan perlintasan tidak sebidang berupa flyover atau underpass di kawasan Perjuangan menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi.

Pantauan Radar Bekasi, tingginya mobilitas penumpang yang keluar masuk Stasiun Bekasi dan melintasi Jalan Ir H Juanda membuat arus lalu lintas kerap tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Tak hanya itu, sejumlah angkutan kota (angkot) masih terlihat berhenti atau mengetem sembarangan untuk menunggu penumpang meski petugas Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di lokasi.

Kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas ojek online dan kendaraan pribadi yang menaikkan maupun menurunkan penumpang di sekitar stasiun sehingga kemacetan sulit dihindari.(rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |