RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JEC sebagai emiten ketiga yang mencatatkan sahamnya pada 2026 di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan saham perdananya hari ini dengan kode saham JECX.
Dalam Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), perseroan menawarkan 487.983.500 saham biasa atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan harga penawaran Rp1.250 per saham.
Jumlah tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Dr. dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Melalui IPO ini, perseroan menghimpun dana sebesar Rp609.979.375.000, yang terdiri atas Rp406.652.875.000 dari penerbitan saham baru dan Rp203.326.500.000 dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar perseroan saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Sepanjang masa penawaran umum, perseroan memperoleh respons positif dari investor. Hal itu tercermin dari tingkat permintaan (oversubscribed) sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Dr. dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses IPO perseroan.
“Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,” ungkap Johan dalam keterangan tertulisnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, penjamin pelaksana emisi efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Melalui IPO ini, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata,” ujar Johan.
PT Nitrasanata Dharma Tbk atau yang dikenal sebagai JEC Eye Hospitals and Clinics berawal dari Klinik Mata Jakarta pada 1984, kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada 1993.
Kini, perseroan hadir dengan identitas JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi dengan jangkauan nasional melalui lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak lebih dari 40 tahun, perseroan menawarkan layanan komprehensif, mulai dari kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling, myopia control, okuloplasti dan rekonstruksi, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma okuli, low vision, laboratorium, optik, hingga layanan rawat inap pada fasilitas tertentu.
Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Salah satu fokus investasi perseroan adalah pembangunan JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur, Bali, sebagai pusat medical tourism yang dipersiapkan menjadi klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan mata dan menjaring pasien dari dalam maupun luar negeri.
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, David Agus, menyampaikan bahwa IPO perseroan merupakan salah satu langkah penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia.
“Kami melihat IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk sebagai momentum penting bagi perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia,” ujar David.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier. Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, perseroan juga terus memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, standar mutu layanan, keselamatan pasien, serta pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Perseroan telah memperoleh sertifikasi ISO 27001:2022 sebagai bagian dari pengelolaan keamanan informasi, termasuk data pasien dan data operasional. Selain itu, perseroan tengah menjalani proses memperoleh sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, setelah sebelumnya RS Mata JEC @ Kedoya memperoleh akreditasi JCI sejak 2014. (*)

7 hours ago
11

















































