Beranda Metropolis Busa Muncul di Curug Parigi, DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran
TELUSURI : Petugas Dinas Lingkungan Hidup melakukan penelusuran dugaan busa limbah di aliran Kali Bekasi, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (29/12).
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menelusuri dugaan sumber pencemaran menyusul kembali munculnya fenomena busa di Curug Parigi, Kali Bekasi, Bantargebang.
Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan warga karena kerap berulang, terutama setelah hujan deras dan pada periode libur panjang. Untuk memastikan kondisi di lapangan, DLH Kota Bekasi melakukan kegiatan susur sungai pada Senin (29/12).
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) yang selama ini aktif melakukan pemantauan kualitas sungai di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
“Susur sungai dilakukan dengan memantau kondisi fisik air, mengidentifikasi titik-titik yang diduga menjadi sumber pencemaran, serta mengumpulkan data lapangan sebagai bahan tindak lanjut penanganan lingkungan, khususnya pada aliran sungai lintas wilayah,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangan, Selasa (30/12).
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menelusuri fenomena tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Fenomena busa di Kali Bekasi ini tidak bisa dianggap sepele. Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi aktual, mengidentifikasi kemungkinan sumber pencemar, serta menyiapkan langkah cepat dan terukur sesuai kewenangan,” ujarnya.
Pihaknya memastikan akan melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat sebagai upaya pengawasan bersama terhadap kualitas air sungai lintas daerah.
Setiap temuan indikasi pencemaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, DLH mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuang limbah ke badan air dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan.
“Sungai adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas air dan lingkungan,” jelasnya
Sementara itu, Ketua KP2C Puarman menyampaikan bahwa dari hasil pantauan sementara, pihaknya belum menemukan indikasi sumber pencemaran di aliran Kali Cileungsi.
“Dari hasil susur hari ini, kami belum menemukan sumber pencemar di Kali Cileungsi. Namun penelusuran akan terus dilanjutkan, termasuk dengan menggali informasi dari warga sekitar,” jelasnya (rez)

4 weeks ago
48

















































