Bocah Hanyut di Kali Jambe Tambun Ditemukan Meninggal di Muaragembong

1 week ago 26

Beranda Berita Utama Bocah Hanyut di Kali Jambe Tambun Ditemukan Meninggal di Muaragembong

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban tenggelam. FOTO: SAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun berinisial MMA yang hanyut terseret arus Kali Jambe di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, pada Selasa (13/1) lalu, akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan pada Jumat (16/1) sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

“Korban ditemukan pagi ini pada radius kurang lebih 45 km dari lokasi kejadian,” ujar Koordintor Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, dalam keterangannya.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa oleh tim SAR gabungan ke RSUD Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kemudian jenazah dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Bekasi pada pukul 13.00 WIB untuk kita serahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, MMA dilaporkan hanyut terseret arus Kali Jambe di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Erdi Jatmiko, mengatakan peristiwa nahas itu bermula ketika korban sedang bermain kayu di pinggiran bantaran Kali Jambe. Keceriaan sore itu berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga terpeleset.

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Sejak Rabu pagi, posko pencarian kembali diaktifkan. Operasi dilakukan secara lebih masif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah hingga belasan organisasi relawan kemanusiaan.

“Upaya pencarian secara optimal kami lakukan dari pagi tadi dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan dan sarana pendukung yang ada di lokasi,” tambahnya.

​Penyisiran dilakukan melalui jalur darat maupun air, melibatkan puluhan organisasi kemanusiaan dan relawan. Di permukaan air, petugas menggunakan perahu karet dan kano untuk memeriksa setiap ceruk sungai. Sementara itu, tim darat menyusuri tepian sungai yang terjal untuk mencari korban secara visual. (oke/ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |