Kenali 3 Gejala PCOS pada Perempuan, Menstruasi Tidak Teratur Bisa Jadi Tanda

5 hours ago 8

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menstruasi yang datang tidak teratur sering kali dianggap sebagai kondisi yang wajar. Padahal, perubahan siklus menstruasi bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan reproduksi, salah satunya Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS.

PCOS merupakan sindrom yang cukup umum dialami perempuan. Namun, kondisi ini terkadang sulit dikenali karena gejalanya dapat muncul secara bertahap dan berbeda antara satu perempuan dengan lainnya.

Dalam podcast Mom’s Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official, dr. Keven Tali menjelaskan bahwa PCOS bukan hanya ditandai oleh satu kondisi. PCOS merupakan kumpulan sejumlah gejala yang saling berkaitan.

Karena itu, perempuan penting mengenali perubahan yang terjadi pada tubuh agar bisa segera berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

Apa Itu PCOS?

Menurut dr. Keven, PCOS berkaitan dengan kondisi indung telur atau ovarium. Pada umumnya, perempuan memiliki dua ovarium yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim.

Ovarium memiliki ukuran sekitar 2 hingga 3 sentimeter dan berperan penting dalam menghasilkan hormon, termasuk estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut memiliki peran dalam sistem reproduksi dan kesuburan perempuan.

Istilah polycystic terdiri dari kata poly yang berarti banyak dan cystic yang berkaitan dengan kista atau kantong berisi cairan. Kondisi tersebut menggambarkan adanya banyak kantong kecil pada ovarium.

PCOS sendiri disebut sebagai sindrom karena bukan merupakan satu gejala tunggal, melainkan kumpulan tanda yang dapat muncul secara bersamaan.

Tiga Gejala PCOS yang Perlu Diperhatikan

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Salah satu tanda yang cukup sering dikaitkan dengan PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun, kondisi ini bukan berarti darah menstruasi keluar dalam waktu yang sangat lama.

Menurut dr. Keven, yang lebih perlu diperhatikan adalah siklus menstruasi yang sering melewatkan bulan tertentu atau skip. Sebagai contoh, seorang perempuan mengalami menstruasi pada Januari, kemudian tidak mendapat menstruasi pada Februari, lalu kembali menstruasi pada Maret dan kembali tidak menstruasi pada April.

Dalam kondisi tertentu, perempuan dengan PCOS bahkan bisa mengalami menstruasi hanya sekitar delapan atau sembilan kali dalam setahun. Semakin jarang menstruasi terjadi, semakin penting untuk mencari tahu penyebabnya melalui pemeriksaan medis.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Ganggu Pernapasan Anak, Kenali Gejalanya

2. Pertumbuhan rambut berlebihan

Gejala lain yang dapat muncul adalah pertumbuhan rambut berlebihan atau hirsutisme. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya rambut yang lebih kasar dan tebal pada bagian tubuh tertentu.

Pertumbuhan tersebut berkaitan dengan peningkatan hormon androgen, yaitu kelompok hormon yang secara umum lebih dominan pada laki-laki.

Pada perempuan dengan PCOS, rambut kasar dapat tumbuh di area seperti wajah, termasuk bagian atas bibir dan dagu, serta perut, tangan, atau kaki. Kondisi ini berbeda dengan rambut halus yang secara normal memang tumbuh pada tubuh perempuan.

Dokter dapat melakukan penilaian menggunakan metode scoring untuk menentukan apakah pertumbuhan rambut tersebut termasuk berlebihan atau tidak.

3. Ditemukannya gambaran polycystic pada USG

Pemeriksaan ultrasonografi atau USG juga dapat membantu dokter melihat kondisi ovarium. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai apakah terdapat banyak kantong kecil pada ovarium yang sesuai dengan gambaran polycystic.

Bagi perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual, pemeriksaan USG dapat dilakukan melalui bagian perut.

Namun, dr. Keven mengingatkan bahwa adanya gambaran polycystic pada ovarium tidak otomatis berarti seseorang mengalami PCOS. Jika hanya ditemukan kondisi tersebut tanpa disertai gejala lain, kondisi itu dapat disebut Polycystic Ovaries atau PCO.

Sementara itu, PCOS merupakan sebuah sindrom yang membutuhkan setidaknya dua dari tiga karakteristik atau tanda yang telah disebutkan.

Jangan Menyimpulkan PCOS dari Satu Gejala

PCOS tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan menstruasi yang tidak teratur atau hasil USG semata. Dokter perlu melihat kondisi secara menyeluruh, mulai dari pola menstruasi, perubahan fisik yang dialami, hingga hasil pemeriksaan medis.

Karena itu, perempuan yang mengalami perubahan siklus menstruasi secara terus-menerus atau menemukan perubahan tubuh yang tidak biasa sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Sering Melewatkan Sarapan? Ini 4 Kecenderungan yang Bisa Muncul pada Tubuh dan Psikologis

Menstruasi yang tidak teratur bukan sekadar persoalan jadwal datang bulan. Dalam beberapa kondisi, perubahan tersebut bisa menjadi sinyal yang diberikan tubuh mengenai adanya masalah kesehatan tertentu.

Mengenali siklus menstruasi dan memperhatikan perubahan tubuh menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi. Jangan ragu memeriksakan diri jika mengalami sesuatu yang terasa berbeda dari biasanya. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |