RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang dikenal kaya akan protein dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Dibandingkan sejumlah sumber protein lainnya, ikan memiliki keunggulan karena mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat mendukung kesehatan.
Mengonsumsi ikan secara rutin diketahui dapat membantu menunjang fungsi otak hingga menjaga kesehatan mata. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 di dalam ikan juga banyak dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung.
Meski kaya manfaat, ikan termasuk bahan pangan yang membutuhkan penanganan khusus. Ikan tergolong mudah mengalami kerusakan, terutama setelah ditangkap dan mati. Kondisi tersebut membuat ikan lebih rentan terkontaminasi bakteri.
Tingginya kandungan protein pada ikan juga dapat menjadi media yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme apabila ikan tidak disimpan dan diolah dengan benar. Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Staphylococcus aureus.
Mengutip informasi dari laman DKP Jawa Timur, Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Kontaminasi dapat terjadi melalui berbagai cara, salah satunya ketika makanan bersentuhan langsung dengan tangan yang membawa bakteri tersebut.
Keracunan akibat bakteri ini dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti mual, muntah, diare, dehidrasi, menggigil hingga kejang. Dalam kondisi tertentu, keracunan yang parah bahkan dapat berakibat fatal.
Karena itu, menjaga kualitas ikan bukan hanya menjadi tanggung jawab produsen. Konsumen juga memiliki peran penting, terutama dalam memilih, menyimpan, membersihkan, hingga memasak ikan dengan cara yang tepat.
Mengutip informasi dari Labcito dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan saat mengolah ikan.
1. Pilih Ikan yang Masih Segar
Langkah pertama untuk mencegah risiko keracunan adalah memilih ikan dengan kondisi yang baik. Ikan segar sebaiknya dibeli dari penjual atau tempat yang terpercaya.
Kondisi fisik ikan dapat menjadi salah satu indikator kesegarannya. Beberapa cirinya antara lain insang berwarna merah, bentuk tubuh masih utuh, mata terlihat jernih, serta memiliki aroma khas ikan yang tidak menyengat atau berbau busuk.
Memilih bahan baku yang berkualitas sejak awal dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan akibat ikan yang sudah mengalami penurunan kualitas.
Baca Juga: Kenali 3 Gejala PCOS pada Perempuan, Menstruasi Tidak Teratur Bisa Jadi Tanda
2. Simpan pada Suhu yang Sesuai
Setelah membeli ikan, jangan menunda terlalu lama untuk menyimpannya. Ikan segar sebaiknya ditempatkan pada suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius.
Jika ikan belum akan segera dimasak, penyimpanan dapat dilakukan di dalam freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius.
Gunakan wadah tertutup atau kedap udara ketika menyimpan ikan. Cara ini penting untuk membantu menjaga kualitas ikan sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi silang dengan bahan makanan lainnya.
3. Pastikan Ikan Matang Sempurna
Cara berikutnya adalah memastikan ikan dimasak hingga benar-benar matang. Suhu pemasakan yang dianjurkan mencapai sekitar 63 derajat Celsius atau sampai bagian daging ikan berubah menjadi putih susu dan matang sempurna.
Memasak dengan suhu yang sesuai dapat membantu membunuh berbagai bakteri yang mungkin terdapat pada ikan mentah, termasuk Staphylococcus aureus, Vibrio, Listeria, dan Salmonella.
Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi ikan yang masih mentah atau belum matang sempurna, terutama jika kualitas dan proses penyimpanannya tidak dapat dipastikan.
4. Jaga Kebersihan Selama Mengolah Ikan
Kebersihan menjadi bagian penting dalam proses pengolahan ikan. Sebelum dimasak, ikan dapat dibersihkan menggunakan air bersih yang mengalir, terutama pada bagian perut untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel.
Namun, hindari mencuci ikan menggunakan air panas karena kondisi tersebut justru dapat mempercepat proses kerusakan atau pembusukan.
Peralatan dapur juga harus diperhatikan. Pisau dan talenan yang digunakan untuk mengolah ikan perlu selalu dalam kondisi bersih. Jika memungkinkan, gunakan talenan berbeda untuk ikan dan bahan makanan lainnya.
Setelah selesai digunakan, cuci pisau dan talenan menggunakan sabun serta air mengalir. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kontaminasi silang.
5. Segera Konsumsi, Maksimal Dua Hari Setelah Dibeli
Ikan segar sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Usahakan ikan segera diolah dan dikonsumsi maksimal dua hari setelah pembelian apabila penyimpanannya sesuai.
Jangan memaksakan diri mengolah ikan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Beberapa cirinya antara lain muncul bau yang menyengat atau tidak seperti aroma ikan segar, tekstur daging menjadi terlalu lembek, serta permukaan ikan terasa berlendir.
Jika sudah menunjukkan tanda tersebut, sebaiknya ikan tidak dikonsumsi demi menghindari risiko gangguan kesehatan.
6. Gunakan Perasan Jeruk Nipis
Perasan jeruk nipis juga kerap digunakan dalam pengolahan ikan. Selain membantu mengurangi aroma amis, tingkat keasaman pada jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri pada permukaan ikan.
Kondisi permukaan yang lebih asam membuat lingkungan tersebut kurang ideal bagi sebagian mikroorganisme untuk berkembang.
Meski demikian, penggunaan jeruk nipis bukan pengganti proses penyimpanan dan pemasakan yang benar. Ikan tetap harus ditangani secara higienis dan dimasak hingga matang.
Baca Juga:Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Ganggu Pernapasan Anak, Kenali Gejalanya
7. Perhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Mengonsumsi Ikan
Kondisi tubuh juga perlu menjadi pertimbangan sebelum mengonsumsi ikan, terutama ikan mentah atau yang belum matang sempurna.
Ketika daya tahan tubuh sedang menurun, sebaiknya lebih berhati-hati terhadap makanan yang berisiko membawa mikroorganisme. Mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit akibat makanan.
Karena itu, memilih ikan yang segar, menyimpannya dengan benar, menjaga kebersihan selama proses pengolahan, serta memastikan ikan matang sempurna merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan.
Dengan penanganan yang tepat sejak membeli hingga menyajikannya di meja makan, manfaat ikan sebagai sumber protein dan nutrisi penting dapat diperoleh tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kebersihan makanan. (mna)

3 hours ago
8

















































