Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Budaya Cap Go Meh

8 hours ago 11

Beranda Metropolis Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Budaya Cap Go Meh

PADAT: Warga tumpah ruah di ruas kawasan proyek Bekasi Timur menyaksikan kirab budaya Cap Go Meh, Selasa (3/3). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kirab budaya Cap Go Meh tahun ini hadir dengan wajah berbeda. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, rute dipangkas, waktu dimajukan ke sore hari, dan doa keselamatan dunia turut dipanjatkan di tengah bayang-bayang konflik global.

Sejak jelang pukul 16.00 WIB, warga tumpah ruah di ruas jalan di Bekasi Timur. Mereka berdiri berjejer menanti iring-iringan barongsai dan atraksi budaya melintas. Bagi sebagian umat Muslim, kirab ini menjadi hiburan ngabuburit sebelum waktu berbuka tiba.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma, Ronny Hermawan, menjelaskan penyesuaian dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Rute kirab kita perpendek dan digelar sore hari agar bisa menghibur saudara-saudara kita yang sedang ngabuburit,” ujar Ronny, Selasa (3/3).

Pawai dimulai dari Kelenteng Hok Lay Kiong, Kelurahan Margahayu, sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan melintasi Jalan Mayor Oking, Jalan Kenari 2, Jalan RA Kartini, Jalan Ir H Juanda, lalu kembali ke Mayor Oking sebelum finis di Kelenteng Hok Lay Kiong.

Meski durasi dan lintasan lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, antusiasme warga tak surut. Ribuan pasang mata menyaksikan barongsai dan tandu dewa melintas, menciptakan suasana meriah di tengah Ramadan.

Ronny menyebut, perayaan kali ini juga menjadi simbol kuat toleransi di Kota Bekasi yang majemuk.

“Ini cerminan toleransi antarumat beragama yang terjalin baik. Acara berjalan aman dan penuh kegembiraan,” katanya.

Tak hanya merayakan tradisi, panitia juga menyisipkan doa bersama untuk keselamatan dunia, menyusul memanasnya konflik Amerika-Iran yang mencuat akhir pekan lalu.

“Kita berdoa agar perang tidak meluas dan tidak semakin banyak korban,” tambahnya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang membuka kirab mengapresiasi langkah panitia menyesuaikan waktu dan rute demi menjaga harmoni.

“Yang luar biasa adalah bagaimana yayasan mampu menyesuaikan dan menghormati umat yang sedang berpuasa,” ujar Tri.

Penyesuaian tersebut memberi ruang bagi umat Muslim menunaikan salat Asar sebelum turun ke jalan menyaksikan kirab. Di tengah perbedaan keyakinan dan situasi global yang memanas, Cap Go Meh 2026 di Bekasi menjadi panggung toleransi—dirayakan sederhana, namun sarat makna. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |