Mataram, NTB - Hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dibina di rutan dan lapas terus didorong agar memiliki nilai manfaat dan daya saing di tengah masyarakat. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan kerja, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk unggulan yang bernilai ekonomi sebagai bekal reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Praya, M. Syaripuddin Hazri melaksanakan kunjungan koordinasi ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram dalam rangka pemasaran produk unggulan hasil karya WBP melalui galeri produk pada Lounge Layanan Publik Kantor Imigrasi di wilayah kerja setempat, Kamis (26/2).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas surat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat terkait fasilitasi gerai produk UMKM hasil karya WBP pada Lounge Imigrasi sekaligus mendukung pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Rutan Praya memasarkan produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan berupa MaKer Pro (Magot Kering Tinggi Protein). Produk Magot ini dibudidayakan langsung sebagai pembinaan kemandirian di Rutan Praya, yang diolah, dan dikemas secara kering sehingga memiliki daya simpan yang baik serta nilai jual yang berkelanjutan.
Kepala Rutan Praya disambut langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas Mataram, Mirza Akbar. Dalam pertemuan tersebut dibahas teknis penempatan produk pada galeri Lounge Layanan Publik, strategi pemasaran, serta bentuk sinergi antarunit pelaksana teknis dalam mendukung promosi produk warga binaan kepada masyarakat pengguna layanan keimigrasian.
Kepala Rutan Kelas IIB Praya, M. Syaripuddin Hazri, menyampaikan bahwa pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui Lounge Layanan Publik Kantor Imigrasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan semangat berlatih dan kemandirian WBP.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Melalui pemasaran produk MaKer Pro ini, warga binaan tidak hanya dibina secara mental dan disiplin, tetapi juga dibekali keterampilan produktif yang bernilai ekonomi. Ini menjadi motivasi bagi WBP untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat, ” ujar Karutan Praya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemasaran produk unggulan hasil karya warga binaan yang ditampilkan di galeri Lounge Layanan Publik Kantor Imigrasi.
“Kami mendukung penuh inisiatif Rutan Praya dalam memasarkan produk hasil karya warga binaan. Kehadiran produk UMKM ini di Lounge Layanan Publik diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pelayanan kami, sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa pembinaan pemasyarakatan mampu melahirkan produk berkualitas dan berdaya saing, ” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pemasaran produk MaKer Pro tidak hanya meningkatkan penjualan hasil karya WBP, tetapi juga memperkuat citra positif pemasyarakatan sebagai institusi pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.(Adb)

4 days ago
5

















































