Ajak Turis Singapura dan Malaysia, Bakti BCA Buka Peluang Pasar Wisatawan Mancanegara bagi Bukit Peramun di Belitung

3 hours ago 10

Beranda Bisnis Ajak Turis Singapura dan Malaysia, Bakti BCA Buka Peluang Pasar Wisatawan Mancanegara bagi Bukit Peramun di Belitung

Peserta familiarization trip sedang mencicipi sajian kuliner khas Belitung melalui tradisi Makan Bedulang. Familiarization trip yang bekerjasama dengan Astindo ini merupakan upaya Bakti BCA untuk memperluas akses pasar wisatawan mancanegara bagi desa wisata binaan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bawah payung Bakti BCA mengajak pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia mengunjungi Bukit Peramun, Belitung melalui kegiatan familiarization trip yang diselenggarakan pada Minggu (31/5). Bukit Peramun sendiri merupakan salah satu desa Bakti BCA.

Bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), kegiatan ini merupakan upaya Bakti BCA untuk memperluas akses pasar wisatawan mancanegara bagi Desa Bakti BCA sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat. Terlebih, Bukit Peramun menawarkan pengalaman yang berbeda mengingat Belitung didominasi oleh wisata pantai.

Seperti diketahui, Bukit Peramun terus menunjukkan popularitas yang meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025, serta wisatawan domestik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata mancanegara agar mereka dapat mengenal secara langsung potensi dan pengalaman wisata yang ditawarkan Bukit Peramun.

Hera menjelaskan Bukit Peramun telah dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Desa ini berkembang menjadi destinasi community-based tourism yang mendapat pengakuan nasional, termasuk penghargaan Green Gold ISTA 2019 dan predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.

“Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat. Melalui program ini, kami harap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan,” ujar Hera.

Pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia mengunjungi Bukit Peramun, Belitung melalui kegiatan familiarization trip yang diselenggarakan pada Minggu (31/5). Desa ini telah berkembang menjadi destinasi community-based tourism yang mendapat pengakuan nasional, termasuk penghargaan Green Gold ISTA 2019 dan predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menyusuri kawasan hutan konservasi Bukit Peramun melalui jalur trekking, mengenal tanaman herbal dan endemik khas Belitung, serta mengikuti kegiatan adopsi pohon. Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi digital Virtual Assistance & Kenali Pohon (KePo) yang membantu pengunjung mengenali berbagai jenis flora di kawasan tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju sejumlah titik atraksi wisata alam seperti Batu Kembar, Batu Ampar, dan puncak Bukit Peramun. Para peserta menikmati panorama matahari terbenam dari ketinggian, mencicipi sajian kopi dan kuliner lokal, sebelum mengikuti kegiatan pengamatan tarsius, satwa endemik yang menjadi salah satu daya tarik ekowisata Belitung.

“Kehadiran pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka peluang pasar baru dan memperkuat posisi Bukit Peramun sebagai destinasi ekowisata unggulan Indonesia di kancah global,” tambah Hera. (bps/*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |