Beranda Entertainment Viral Pramugari Batik Air Gadungan Lolos Boarding, Ini Kronologinya
Viral pramugari Batik Air gadungan. Foto: tangkap layar/Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kasus pramugari gadungan yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Seorang perempuan muda asal Palembang bernama Khairun Nisa (23) mengakui perbuatannya setelah tertangkap mengenakan seragam palsu awak kabin Batik Air saat melakukan penerbangan menuju Jakarta.
Peristiwa ini mencuat setelah video klarifikasi serta rekaman kejadian di dalam pesawat beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, Nisa secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada pihak maskapai Batik Air dan Lion Group atas tindakannya yang telah menimbulkan kegaduhan publik.
Dalam pengakuannya, Khairun Nisa menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari aktif. Ia mengaku menggunakan atribut lengkap awak kabin, mulai dari seragam resmi hingga kartu identitas palsu, saat melakukan penerbangan rute Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.
“Saya Khairun Nisa, umur 23 tahun dari Palembang. Saya benar melakukan penerbangan Batik Air Palembang ke Jakarta dan saya mengakui menggunakan atribut pramugari, padahal saya bukan pramugari Batik Air,” ujarnya dalam video yang beredar.
Ia juga menegaskan bahwa video permintaan maaf tersebut dibuat tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun dan murni sebagai bentuk penyesalan atas perbuatannya.
Viral karena Lolos Proses Boarding
Kasus pramugari gadungan ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info. Dalam video tersebut, Khairunnisa terlihat mengenakan seragam khas pramugari Batik Air lengkap dengan koper dan tas awak kabin, sehingga sekilas tampak seperti kru pesawat asli.
Baca Juga: Adik Bongkar Sisi Gelap Ammar Zoni Sebelum Kasus Narkoba ke-4, Nama Irish Bella Terseret
Disebutkan bahwa Khairunnisa membeli tiket sendiri layaknya penumpang biasa, sehingga berhasil lolos proses boarding. Namun, kejanggalan mulai tercium ketika awak kabin aktif melakukan pemeriksaan dan mengajukan pertanyaan terkait prosedur kerja pramugari.
Jawaban Khairun Nisa yang tidak sesuai dengan standar operasional membuat kru pesawat curiga. Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Aviation Security (Avsec) langsung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan.
Alasan Nekat Mengenakan Seragam Palsu
Kepada pihak kepolisian, Khairun Nisa mengaku pernah mengikuti proses rekrutmen pramugari Batik Air, namun dinyatakan tidak lolos. Rasa malu terhadap keluarga menjadi alasan utama dirinya nekat mengenakan seragam palsu tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa tindakan Khairun Nisa dilakukan agar keluarganya di Palembang percaya bahwa ia telah bekerja sebagai pramugari.
“Yang bersangkutan mengenakan seragam maskapai supaya keluarganya percaya bahwa ia sudah bekerja,” ujar Yandri, Rabu (7/1/2026).
Seragam pramugari Batik Air yang dikenakan Khairun Nisa diketahui dibeli secara daring. Ia sempat berniat mengganti pakaian setelah tiba di bandara, namun karena waktu keberangkatan yang mepet, ia tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus pramugari gadungan ini. Pihak maskapai Batik Air juga memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Khairu Nisa diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Seluruh atribut Batik Air yang digunakan pun disita oleh pihak berwenang.
“Tidak ada penuntutan. Yang bersangkutan sudah membuat pernyataan dan atribut Batik Air disita,” kata Yandri.
Tak hanya di Instagram, video permintaan maaf Khairun Nisa juga kembali viral di TikTok. Dalam video tersebut, ia kembali menegaskan penyesalannya dan mengakui bahwa tindakannya sepenuhnya salah.
Baca Juga: Foto Jule dan Jefri Nichol Jalan Bareng Beredar, Valid 100 Persen?
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air dan Lion Group. Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya,” ucapnya.
Kasus pramugari gadungan Batik Air ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat mengenai pentingnya kejujuran, sekaligus menegaskan perlunya pengawasan ketat di sektor penerbangan demi menjaga keamanan serta kepercayaan publik.(ce2)

1 day ago
14

















































