Utang RSUD CAM Kota Bekasi Capai Rp70 Miliar

2 hours ago 11

Warga berada di depan RSUD CAM Kota Bekasi. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Utang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi kini mencapai Rp70 miliar. Utang yang menumpuk menjadi alasan manajemen melakukan pemotongan tambahan penghasilan sebagian pegawainya mulai Maret 2026.

Kebijakan ini diklaim demi menyelamatkan operasional rumah sakit. Penelusuran Radar Bekasi, kebijakan itu diambil setelah skema belanja RSUD CAM timpang. Dari total anggaran, porsi belanja pegawai mencapai 60,4 persen, sementara belanja operasional hanya 30 persen

Wakil Direktur Pelayanan RSUD CAM, Sudirman, menjelaskan, utang tersebut muncul karena porsi belanja operasional sebesar 30 persen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

“Setelah kita jalani itu selama beberapa tahun terakhir ternyata tidak cukup. Jadinya kan menimbulkan utang, untuk belanja obat, belanja BHP (barang habis pakai), dan lainnya. Kalau kita biarkan saja utangnya makin lama makin banyak,” ungkap Wakil Direktur Pelayanan RSUD CAM, Sudirman, pekan kemarin.

Guna menekan beban utang, RSUD CAM akan melakukan rasionalisasi belanja pegawai. Langkah ini diambil setelah kajian dan audit internal menunjukkan porsi belanja pegawai terlalu tinggi dibanding kebutuhan operasional rumah sakit.

Sudirman menegaskan, rasionalisasi ini tidak berlaku merata untuk seluruh pegawai. Potongan tambahan penghasilan tidak akan dikenakan bagi pegawai dengan total penghasilan di bawah upah minimum. Adapun pegawai yang terdampak antara lain Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai BLUD non-PNS, dan dokter dengan take home pay relatif besar.

Meski demikian, Sudirman mengakui, hasil dari rasionalisasi ini masih jauh dari cukup untuk menutupi seluruh utang maupun kebutuhan operasional rumah sakit.

“Sudah urgent, sebetulnya sudah beberapa tahun terakhir, baru terlaksana sekarang ini, itu pun nanti di Maret. Dan itu pun tidak terlalu besar nilainya, secara akumulasi baru 2,7 persen dari total 60 persen,” ujar Sudirman.

Sepanjang 2024-2025, RSUD CAM telah menanggung utang Rp36 miliar untuk kebutuhan obat, gas medis, dan reagen laboratorium. Menjelang akhir 2025, utang bertambah hingga Rp70 miliar.

Sudirman menyebut kualitas layanan RSUD kepada masyarakat tidak boleh menurun. Sebelumnya, manajemen telah memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada pegawai RSUD.

“Kita telah lakukan sosialisasi sebelum langkah ini kita ambil, dalam dua sampai tiga bulan terkahir itu kita lakukan pemahaman terhadap mereka,” ucapnya.

Saat ini, manajemen RSUD CAM disebut masih terus melakukan analisa guna menutup biaya operasional hingga beban utang. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |