Beranda Cikarang Tiga Bocah Tenggelam di Kali Cikarang: Dua Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban diduga tenggelam di Kali Cikarang. FOTO: SAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tiga orang anak diduga tenggelam saat bermain di Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (29/11). Mereka adalah Fatur (6), Fatan (6), dan Abiyasa (5).
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua di antaranya, yakni Fatan dan Abiyasa, dalam kondisi meninggal pada Minggu pagi (30/11). Sementara satu korban lainnya, Fatur, belum ditemukan hingga Minggu sore.
“Fatan ditemukan pukul 09.35 WIB, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dan Abiyasa ditemukan pukul 10.00 WIB, sekitar 1,35 kilometer. Tidak jauh dari korban pertama,” ucap Komandan Tim Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, I Putu Suwartika.
Ia menjelaskan, kedua korban ditemukan mengambang di aliran sungai oleh tim yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dengan radius sekitar dua kilometer.
“Kami menemukan korban sudah mengambang, jadi tinggal kami angkat. Sudah meninggal dunia,” katanya.
Putu mengungkapkan, laporan mengenai hilangnya ketiga anak baru diterima pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung saat para korban terjatuh atau terseret arus Kali Cikarang.
“Laporan masuk ke kami pukul 18.00 WIB karena berita masih simpang siur apakah korban tenggelam atau tidak. Karena memang tidak ada saksi yang melihat langsung,” kata Putu.
Saat kejadian, debit air Kali Cikarang cukup deras. Kondisi tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan secara hati-hati, baik oleh tim yang menggunakan perahu karet maupun yang menyusuri bantaran sungai melalui jalur darat.
“Kemarin debit air memang deras. Hambatannya juga banyak obstacle seperti sampah dan bebatuan,” tuturnya.
Karena arus kuat dan medan yang berbahaya, tim SAR menggunakan metode jangkar dalam pencarian tanpa melakukan penyelaman.
“Untuk upaya khusus, karena arus deras, kami hanya teknik menjangkar. Penyelaman tidak mungkin dilakukan karena visibility nol dan sangat berbahaya bagi penyelam,” ungkapnya
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian terhadap satu korban lainnya akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan.
“Basarnas memiliki SOP tujuh hari pencarian. Dari Unit Siaga SAR Bekasi kami mengirimkan enam personel, dan bergabung bersama unsur SAR gabungan lainnya. Pencarian hari ini disudahi sementara pukul 17.00. Untuk malam hari kami hanya lakukan visual dari darat,” tandas Putu. (ris)

5 hours ago
10

















































