Beranda Berita Utama Target Rampung JPO Stasiun Bekasi Molor Lagi ke Akhir 2026, Dewan Latu Desak Percepatan
JPO Stasiun Bekasi. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Stasiun Bekasi kembali molor. Proyek yang dikerjakan melalui kerja sama dengan pihak swasta itu kini diproyeksikan rampung paling lambat akhir 2026.
Target penyelesaian proyek tersebut sebelumnya sudah beberapa kali bergeser. Semula ditargetkan rampung Juni, kemudian mundur ke akhir September, dan kini berpotensi kembali molor hingga akhir tahun.
Padahal, progres fisik JPO telah mencapai lebih dari 80 persen. Pekerjaan yang tersisa disebut tinggal tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersikap tegas kepada pihak swasta selaku pelaksana proyek. Menurutnya, Pemkot memiliki posisi strategis sebagai regulator sekaligus pihak yang terikat dalam Nota Kesepahaman (MoU).
“Kita sebagai regulator berhak untuk meminta penjelasan atau percepatan sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati. Jadi harus win-win solution, jangan kita terima-terima saja,” tegas Latu di gedung DPRD pada Rabu (23/9/2026).
Latu menilai, tidak ada alasan krusial yang membuat pengerjaan JPO berlarut-larut mengingat tidak adanya kendala pembebasan lahan, ditambah kebutuhan masyarakat untuk menyebrang dengan aman dan nyaman juga perlu dioptimalkan.
“Harusnya kendala enggak ada. Kita enggak pembebasan lahan, tinggal ngerjain,” ujarnya.
Keberadaan JPO di kawasan Stasiun Bekasi dianggap amat mendesak untuk segera difungsikan demi menjamin keselamatan warga serta mengurai titik kemacetan akibat tingginya mobilitas pejalan kaki yang menyeberang jalan.
BACA JUGA: Target Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Mundur Lagi ke Akhir 2026
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan keterlambatan Pembangunan JPO Stasiun Bekasi dipengaruhi sejumlah kendala dalam proses pengerjaan, termasuk pekerjaan pondasi yang membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan.
“Kemarin juga titik pondasinya agak rada molor rada panjang. Target paling lama sih akhir tahun udah selesai. Terus ini ada ngetrap dengan urusan teknis lainnya. Jadi tetap kita laksanakan,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi, selepas pelaksanaan apel pagi, Senin (21/9/2026).
Idi menjelaskan Pemkot Bekasi telah menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk membahas penyelesaian pekerjaan akhir serta teknis koneksi JPO dengan area Stasiun Bekasi.
“Ini tinggal finishing yang di bagian dalam. Kalau di luarnya udah kelihatan nih. Tinggal di dalam. Dan hari ini nunggu hasil rapat hari ini dengan Kementerian Perhubungan mestinya clear lah. Tinggal teknis buka kacanya seperti apa gitu kan mesti konek ke bagian JPO nya,” jelasnya.
Dari sisi konstruksi, Idi menyebut progres pembangunan telah mencapai lebih dari 80 persen. Proyek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi karena dikerjasamakan dengan pihak swasta. (zak)

6 hours ago
9

















































