RADARBEKASI.ID, TEHERAN – Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan militer. Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran menghidupkan kembali perundingan dengan Washington.
Dilansir dari Kyodo, Rabu (23/9/2026), seorang pejabat senior pemerintah Iran mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui sejumlah mediator. Iran mengusulkan dimulainya kembali pembicaraan untuk mencapai penghentian permusuhan secara permanen antara kedua negara.
Teheran juga berencana memanfaatkan pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini untuk berkonsultasi dengan negara-negara yang berperan sebagai perantara.
Pejabat tersebut menutup kemungkinan pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela pertemuan tersebut. Namun, dia mengatakan masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan.
BACA JUGA: Iran Ancam Habisi Semua Pangkalan AS Jika Diserang Lagi
“Ada kemungkinan untuk bergerak menuju kesepakatan,” kata pejabat itu.
Meski demikian, dia menegaskan Washington harus menunjukkan “keseriusan dan komitmen” jika ingin kemajuan diplomasi tercapai.
Iran menginginkan tanda-tanda bahwa Washington siap kembali ke meja perundingan serta mengambil langkah untuk mengakhiri blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menghentikan operasi militer terkait Selat Hormuz.
Jika langkah tersebut dilakukan, Iran menyatakan siap membuka kembali jalur perairan strategis itu dalam waktu tujuh hari dan kembali ke meja perundingan.
Penekanan Teheran terhadap jalur diplomasi meningkat ketika pembatasan terhadap pelabuhan-pelabuhannya semakin menekan ekspor minyak mentah. Komoditas tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan utama Iran.
Konfrontasi berkepanjangan juga terus mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Menurut pejabat tersebut, inisiatif baru itu telah disetujui Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, badan keamanan tertinggi di negara tersebut.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu mengatakan Teheran telah menyampaikan tujuh syarat kepada Washington. Salah satunya adalah penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran dan pembukaan kembali aset Iran yang dibekukan.
Namun, pejabat Iran yang berbicara kepada Kyodo tidak menjelaskan apakah proposal terbaru tersebut berarti Iran melonggarkan sebagian dari tujuh syarat itu.
Tenggat 45 Hari Mendekat
Proposal tersebut muncul ketika tenggat waktu yang ditetapkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran semakin dekat.
Menurut pejabat tersebut, dewan memutuskan pada 16 Agustus bahwa Iran tetap memiliki opsi untuk melancarkan serangan lain terhadap pasukan AS jika Washington gagal mencabut blokade pelabuhan Iran dalam waktu 45 hari.
Perang tersebut dimulai pada akhir Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Nota kesepahaman antara AS dan Iran yang dicapai pada Juni kemudian gagal bertahan setelah permusuhan kembali terjadi dan sejumlah perselisihan belum terselesaikan. Sementara itu, aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat sebelum perang.
Kedua pihak sejak itu terlibat dalam pertukaran serangan secara berkala, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa permusuhan dapat kembali meningkat menjadi konflik berskala penuh. (jpc)

3 hours ago
9

















































