Beranda Satelit Bertahun-tahun Terhimpit Bangunan Liar, Kali Harun di Jatirahayu Kembali Dinormalisasi
NORMALISASI: Kondisi Kali Harun usai penertiban bangli. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bertahun-tahun terhimpit bangunan liar, aliran Kali Harun di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, kembali dinormalisasi. Penertiban bangunan di bantaran kali menjadi langkah awal untuk mengembalikan lebar aliran yang sebelumnya menyempit hingga sekitar empat meter dari kondisi ideal sekitar tujuh meter.
Penyempitan badan kali terjadi akibat bangunan yang berdiri di atas maupun di sekitar aliran sungai. Kondisi tersebut tidak hanya menggerus fungsi saluran, tetapi juga menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Jatirahayu.
Camat Pondok Melati, Cecep Miftah Farid, mengatakan penertiban bangunan liar kini mulai mengubah kondisi bantaran Kali Harun yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan.
”Setelah bertahun-tahun tertutup bangunan, bantaran sungai di wilayah Jatirahayu mulai ditata kembali setelah dilakukan penertiban bangunan liar,” katanya.
Menurut Cecep, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus memperlancar aliran air. Penanganan tidak berhenti pada pembukaan badan kali, tetapi dilanjutkan dengan penataan area bekas bangunan agar tidak kembali menjadi ruang yang semrawut.
”Tak berhenti pada normalisasi kali, area bekas bangunan juga akan ditata agar lebih rapi dan tertib,” ujarnya.
Sebelumnya, hasil peninjauan menunjukkan badan Kali Harun yang semestinya memiliki lebar sekitar tujuh meter menyusut menjadi kurang lebih empat meter. Bahkan, pada sejumlah titik, aliran kali ditemukan jauh lebih sempit akibat keberadaan bangunan di bantaran.
Kondisi tersebut kini ditangani melalui penertiban dan normalisasi. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan fungsi serta lebar aliran dapat dikembalikan sehingga kapasitas sungai dalam mengalirkan air menjadi lebih optimal.
Selain bangunan, persoalan utilitas di sekitar bantaran juga menjadi perhatian. Kabel-kabel yang sebelumnya berada di atas dan menjuntai akan ditata melalui sistem jaringan utilitas bawah tanah.
Cecep mengatakan penataan tersebut akan menggunakan metode tujuh ducting sehingga utilitas tidak lagi mengganggu kawasan bantaran dan penataan Kali Harun.
”Dari bantaran yang tertutup, menuju aliran yang kembali terbuka,” tandasnya.(pay)

4 hours ago
10

















































