Menaker Yassierli: Prabowo Siapkan Tenaga Kerja Hadapi Revolusi AI

1 day ago 19

JENEWA - Di tengah riuhnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan lanskap dunia kerja yang terus bertransformasi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengemban amanah penting di Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. Beliau memaparkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan garda terdepan bangsa menghadapi tantangan era baru: memastikan setiap pekerja tak tertinggal, memiliki bekal keterampilan yang mumpuni, peluang kerja yang luas, serta perlindungan yang layak.

Perubahan teknologi yang begitu pesat memang tak bisa dipungkiri. Namun, Menaker Yassierli menegaskan bahwa ini bukan alasan bagi para pekerja untuk tergerus zaman. "Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak, ” ujar Menaker Yassierli, Selasa (8/6/2026).

Fenomena ini bukan sekadar isu teoritis. Dampaknya sudah terasa nyata dalam cara kita bekerja, mencari nafkah, bahkan bertahan di pasar kerja yang kian kompetitif. Generasi muda membutuhkan pengalaman berharga, para lulusan sekolah perlu dibekali pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, sementara pekerja di sektor digital dan sektor rentan lainnya menuntut perlindungan yang lebih kokoh.

Menyadari urgensi ini, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Salah satu langkah konkret yang digulirkan adalah Program Pemagangan Nasional. Program ini dirancang khusus bagi para lulusan perguruan tinggi untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman kerja langsung selama enam bulan, lengkap dengan dukungan finansial dari pemerintah. "Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan targetnya meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini, " ungkap Menaker.

Tak berhenti di situ, Pemerintah juga menggelar Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat, dengan target ambisius 300.000 peserta. "Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan, ” imbuh Menaker Yassierli, menekankan inklusivitas program.

Namun, penguatan keterampilan tak akan berarti tanpa adanya lapangan kerja yang memadai. Menaker Yassierli memaparkan serangkaian program strategis Presiden Prabowo yang digadang-gadang akan membuka jutaan pintu rezeki baru. Mulai dari program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pengembangan sektor pangan melalui Food Estate dan proyek hilirisasi industri.

Bagi masyarakat luas, program-program ini menjadi jangkar harapan. Masa depan kerja tak semata ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan individu dalam menguasai keterampilan yang relevan, akses terhadap pekerjaan yang bermartabat, serta jaminan perlindungan dalam setiap pola kerja yang dijalani.

Di sisi lain, perlindungan pekerja menjadi pilar penting dalam mewujudkan konsep kerja layak. Menaker Yassierli menyoroti komitmen Indonesia melalui ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan. Ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjamin kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan para awak kapal perikanan.

Kemajuan juga dicatat dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. "Pelindungan dan kesejahteraan pekerja platform menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja, " tegas Menaker Yassierli. Ini menunjukkan adaptabilitas Indonesia dalam merespons dinamika ekonomi modern.

Semua upaya ini diperkuat melalui sinergi erat dalam dialog sosial. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja secara aktif berkolaborasi melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Diskusi dan inisiatif bersama terus digagas demi peningkatan produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengembangan pelatihan vokasi yang relevan.

Indonesia, kata Menaker Yassierli, siap menjalin kemitraan dengan ILO dan berbagai pihak internasional. Kolaborasi ini mencakup pengembangan kurikulum pelatihan vokasi, pembangunan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan dukungan bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja dan kelompok rentan lainnya.

Dalam semangat solidaritas global, Menaker Yassierli kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina. Indonesia berkomitmen menyukseskan ILO Emergency Response Programme untuk memulihkan sektor pekerjaan dan mata pencaharian di wilayah terdampak. "Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja, ” pungkas Menaker Yassierli, menutup pidatonya dengan penuh keyakinan. (PERS) 

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |