Sidik Jari Rusak, Identifikasi Mayat di Tambun Belum Terungkap

9 hours ago 11

Beranda Cikarang Sidik Jari Rusak, Identifikasi Mayat di Tambun Belum Terungkap

Warga memadati TKP penemuan mayat Mr X di Kali Sekunder Perumahan Villa Gading Harapan, Desa Satriamekar, Kecamatan Tambun Utara pada Senin (2/3) sore. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pengungkapan identitas mayat laki-laki yang ditemukan di Kali Sekunder Perumahan Villa Gading Harapan, Desa Satriamekar, Kecamatan Tambun Utara, hingga kini belum membuahkan hasil. Sejak ditemukan pada Senin (2/3), proses identifikasi melalui sidik jari belum berhasil mengungkap identitas korban.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, menjelaskan kondisi jenazah menjadi kendala utama dalam proses pencocokan identitas melalui data kependudukan elektronik.

“Sampai dengan hari ini kami belum dapat menyimpulkan siapa identitas dari jenazah yang kita temukan tempo hari. Kami sudah berupaya dengan pengenalan melalui sidik jari, menggunakan alat, namun demikian tidak menunjukkan hasil yang menunjukkan bahwa identik dengan identitas seseorang,” kata Wuriyanti, Kamis (5/3).

Menurutnya, kegagalan pembacaan sidik jari diduga dipengaruhi kerusakan jaringan kulit pada jari korban atau kemungkinan korban belum pernah melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Bisa kita katakan bahwa dari identifikasi sidik jari itu tidak terbaca. Itu bisa beberapa kemungkinan karena kondisi jari atau kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk atau mungkin juga si jenazah ini belum pernah rekam E-KTP,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan luar, polisi menemukan luka sobek di bagian wajah korban. Namun luka tersebut tidak terlalu dalam sehingga belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kematian.

“Dari hasil pemeriksaan luar jenazah itu ditemukan ada sedikit luka di pelipis kanannya, di atas alis itu ada luka sobek, namun tidak dalam,” kata Wuriyanti.

Meski identifikasi melalui sidik jari belum berhasil, polisi menyiapkan metode lain seperti pemeriksaan odontologi maupun tes DNA. Langkah itu akan dilakukan apabila ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai.

BACA JUGA: Polisi Imbau Warga yang Kehilangan Keluarga Melapor, Mayat Mr X di Tambun Gunakan Kaos ‘Family Gathering 2014 PT Mangul Jaya’

Korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berat badan sekitar 80 kilogram, serta rambut lurus dan rapi. Saat ditemukan, korban mengenakan batik sekolah bertuliskan SMP di Jakarta Timur, kaos bertuliskan “Family Gathering 2014 PT Manggul Jaya”, serta jaket training. Di saku celananya juga ditemukan pisau cutter bergagang biru dan uang tunai sebesar Rp63 ribu.

Untuk mempercepat pengungkapan identitas, Polsek Tambun Selatan juga berkoordinasi dengan sejumlah wilayah, termasuk Polres Metro Jakarta Timur dan Polres Metro Bekasi Kota. Polisi bahkan menelusuri SMPN 158 Jakarta Timur karena tulisan pada pakaian yang dikenakan korban.

Namun hasil pengecekan menunjukkan tidak ada laporan siswa hilang dari sekolah tersebut.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak SMPN 158 Jakarta Timur, ternyata dari sekolah tersebut menyatakan bahwa tidak ada siswa yang hilang atau tidak ada laporan orang hilang yang berkaitan dengan siswa yang menggunakan identitas sebagaimana baju tersebut,” tegasnya.

Selama empat hari terakhir sempat ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarga. Namun setelah dicocokkan, ciri-ciri fisiknya tidak sesuai dengan jasad yang ditemukan.

“Kemarin sempat ada satu yang menginformasikan ada ngontak keluarganya yang meninggalkan rumah, tapi begitu kita cocokkan dengan ciri-ciri tersebut, itu berbeda,” kata Wuriyanti.

Terkait penyebab pasti kematian, polisi masih menunggu hasil autopsi dari dokter bedah forensik. Saat ini jenazah masih disemayamkan di RSUD Kabupaten Bekasi.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada pihak keluarga yang datang, jenazah rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.

“Penyebab kematian harus melalui autopsi, nanti dokter bedah forensik yang menyampaikan. Jenazah masih di RSUD Kabupaten Bekasi, kita menunggu. Hari ini kalau memang tidak ada keluarga, nanti kita berkoordinasi dengan RS Polri Kramat Jati,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |