Beranda Lifestyle Hiburan Setelah 12 Tahun, Park Bom Klaim Dirinya Dikorbankan di Kasus Narkoba Sandara Park
Park Bom Singgung Skandal Narkoba Sandara Park. Foto: Soompi
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Industri K-pop kembali dihebohkan oleh pengakuan mengejutkan dari Park Bom. Lewat unggahan di Instagram pribadinya, ia menuding rekan satu grupnya di 2NE1, Sandara Park, sebagai sosok yang disebut berada di balik kasus obat-obatan yang menyeret namanya pada 2014.
Dilansir oleh Chosun Biz pada Rabu (4/3/2026), Park Bom menulis surat panjang yang berisi pengakuan pribadi. Dalam tulisannya, ia menyebut dirinya telah dijadikan “kambing hitam” atas kasus yang terjadi 12 tahun lalu tersebut.
Dalam surat yang diunggah, Park Bom mengklaim bahwa sebenarnya Sandara Park-lah yang saat itu tertangkap menggunakan obat-obatan. Namun, menurutnya, namanya digunakan untuk menutupi fakta tersebut.
“Aku menulis ini karena jiwaku rasanya seperti menangis,” tulis Park Bom di akhir suratnya.
Ia juga mengaku selama bertahun-tahun memendam beban mental akibat kasus tersebut dan takut membicarakannya kembali karena khawatir akan menimbulkan kehancuran baru dalam hidupnya.
Pada 2014, Park Bom terseret kasus dugaan penyelundupan 82 tablet Adderall dari Amerika Serikat ke Korea Selatan. Obat tersebut diketahui mengandung amfetamin dan dekstroamfetamin, yang termasuk stimulan sistem saraf pusat.
Adderall umumnya digunakan untuk mengobati ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) serta narkolepsi. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin di otak, sehingga membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, serta mengontrol perilaku impulsif.
Saat itu, pemberitaan menyebutkan bahwa paket berisi Adderall dikirim oleh anggota keluarga Park Bom yang tinggal di Amerika Serikat. Namun karena obat tersebut tergolong ilegal di Korea Selatan pada saat itu, ia pun menjadi sorotan dan menuai kritik besar.
Karier Park Bom terdampak signifikan akibat kasus tersebut. Momen itu juga berdekatan dengan masa hiatus 2NE1, yang kemudian berujung pada pembubaran grup sebelum akhirnya reuni di tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: HYBE Diduga Catat Penjualan Album Fiktif dengan Praktik Pre-Purchase
Dalam surat terbarunya, Park Bom kembali menegaskan bahwa dirinya mengidap ADHD dan membutuhkan pengobatan. Ia juga menyatakan bahwa pada saat itu belum ada regulasi yang jelas di Korea Selatan terkait Adderall.
Ia bahkan menyinggung bahwa undang-undang terkait obat tersebut baru dibentuk setelah kasusnya mencuat. Dalam pesannya, Park Bom mendesak publik untuk menyelidiki fakta yang ada.
“Aku tak ingin membicarakan ini lagi. Bahkan jika aku mati, aku takut membicarakannya lagi di media akan menjadi jalan pintas menuju kehancuran. Saat itu aku merasa seperti sudah mati. Tapi sekarang aku berani berbicara,” tulisnya.
Hingga artikel ini ditulis, Sandara Park belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Media Korea OSEN melaporkan bahwa saat ini Sandara sudah tidak lagi bernaung di bawah manajemen Abyss Company, sehingga belum ada klarifikasi dari pihak agensi.
Tudingan ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar K-pop. Banyak yang terkejut karena hubungan Park Bom dan Sandara Park selama ini dikenal dekat, bahkan tetap solid setelah perjalanan panjang 2NE1.(ce2)

18 hours ago
13

















































