Sembilan Hari Operasi Zebra Jaya di Kabupaten Bekasi Catat 1.355 Pelanggaran, Didominasi Tak Gunakan Helm SNI

5 days ago 21

Beranda Berita Utama Sembilan Hari Operasi Zebra Jaya di Kabupaten Bekasi Catat 1.355 Pelanggaran, Didominasi Tak Gunakan Helm SNI

TEGUR PENGENDARA: Petugas Satlantas Polres Metro Bekasi menegur pengendara karena tidak menggunakan helm SNI saat Operasi Zebra Jaya 2025 di Cikarang Utara, Selasa (25/11). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tingkat pelanggaran lalu lintas (lalin) di Kabupaten Bekasi masih tinggi. Hal ini terungkap dalam pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2025 yang digelar di beberapa titik. Berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi, sebanyak 1.355 pelanggaran ditindak dan diberikan teguran selama sembilan hari operasi, terhitung sejak Senin (17/11) hingga Selasa (25/11).

Pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm berstandar SNI, yang menjadi salahsatu dari 11 target operasi. Kondisi ini menunjukkan masih minimnya kesadaran pengendara terhadap aspek keselamatan dasar saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, mengungkapkan, angka pelanggaran yang tinggi menunjukkan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, terutama terkait keselamatan berkendara.

“Masih (pelanggaran,red) cukup tinggi, sehingga kami selalu konsisten memberikan imbauan, baik langsung, lewat flyer maupun media sosial. Karena pelanggaran itu penyebab utama kecelakaan,” ungkap Sugihartono, Selasa (25/11).

Dalam Operasi Zebra Jaya 2025, pihaknya tidak hanya menilang pengendara, tetapi juga memberikan teguran khusus kepada pengendara roda dua.

“Setiap pengendara yang tidak memakai helm SNI kita berikan teguran dan kita berikan helm berstandar SNI. Ini sebagai upaya pencegahan karena tingkat laka lantas di wilayah kita cukup tinggi,” katanya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Satlantas Polres Metro Bekasi juga membagikan helm berstandar SNI kepada pengendara yang terkena teguran maupun tilang.

Helm SNI bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting untuk menjaga keselamatan saat berkendara. Selain helm, Satlantas juga membagikan susu UHT sebagai bentuk pelayanan humanis kepada masyarakat selama operasi berlangsung.

“Helm SNI sudah layak uji, sehingga saat terjadi benturan bisa melindungi kepala. Fokus kami adalah pencegahan fatalitas kecelakaan,” terang Sugihartono.

Dengan Operasi Zebra Jaya 2025, Sugihartono berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya penggunaan helm SNI, meningkat, sehingga angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dapat ditekan.

Sementara itu, Fitri (25), salahsatu pengendara yang terjaring operasi, mengaku terkejut ketika dihentikan petugas. Ia sebelumnya sudah mengenakan helm dan menyalakan lampu saat siang hari, namun tidak menyangka helm yang dipakai belum berstandar SNI.

“Saya belum tahu kalau helm yang saya pakai belum SNI. Polisi kasih saya helm yang sudah berstandar SNI. Tadi sempat kaget juga, tapi ternyata ada edukasinya. Jadi sekarang saya lebih paham helm SNI itu seperti apa,” tutur Fitri.

Ia berharap, dalam operasi ini petugas lebih mengedepankan teguran dibanding tilang. Pasalnya, tilang tidak menjamin masyarakat sadar akan pentingnya menaati peraturan lalu lintas.

“Harapannya orang awam bisa lebih tahu memilih helm yang memang buat keselamatan. Jadi kalau ada hal yang tidak diinginkan, kita bisa lebih aman,” tandasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |