Ramadan, Lebih Dari Sekadar Puasa

17 hours ago 17

Oleh: KH Saifuddin Siroj (Ketua MUI Kota Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bulan Ramadan adalah kesempatan istimewa yang Allah SWT berikan kepada kita untuk memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan menebarkan kebaikan bagi sesama. Tidak cukup hanya menahan lapar dan haus, tetapi Ramadan mengajarkan kita untuk merasakan dan memahami kesulitan orang lain, serta berbagi rezeki bagi mereka yang membutuhkan.

Di tengah kondisi kehidupan yang penuh tantangan ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap musibah yang menimpa masyarakat di sekitar kita. Baik bencana kecil di tingkat lokal maupun musibah yang berdampak lebih luas, semuanya membutuhkan perhatian dan kepedulian dari kita. Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyalurkan kepedulian itu dalam bentuk nyata, bukan sekadar niat atau kata-kata.

Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, jangan menahan harta yang kita miliki. Seringkali kita merasa cukup dengan kehidupan pribadi sehingga lupa bahwa masih banyak saudara kita yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk makan dan berteduh. Islam mengajarkan bahwa harta yang kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menolong orang lain. Sedekah membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mengeratkan tali persaudaraan.

Maka, mari kita sisihkan sebagian rezeki untuk membantu mereka yang terdampak kesulitan. Bukan hanya memberi uang atau barang, tetapi juga perhatian dan waktu. Lihatlah mereka secara langsung, temui kondisi mereka, dengarkan cerita mereka, rasakan kesulitan mereka. Inilah yang dimaksud dengan Ainal Yakin dalam ajaran Islam: melihat dan merasakan secara langsung, bukan sekadar mengetahui melalui informasi atau media sosial (Ilmal Yakin).

Terlalu sering kita merasa sudah peduli hanya karena membaca berita, menonton video, atau membagikan informasi di media sosial. Tetapi kepedulian yang lahir dari pengalaman langsung jauh lebih tulus dan menggerakkan hati untuk bertindak nyata. Saat kita turun ke lapangan, melihat wajah mereka yang membutuhkan, dan merasakan kesedihan mereka, empati dan simpati kita menjadi lebih nyata.

Bayangkan perbedaan antara sekadar mengetahui ada keluarga yang kehilangan rumah karena kebakaran, dengan berdiri di hadapan mereka, melihat reruntuhan, mendengar cerita mereka, dan merasakan kesedihan yang mereka alami. Dari pengalaman itu, hati kita terdorong untuk membantu lebih dari yang bisa kita bayangkan. Inilah hakekat kepedulian dalam Ramadan: hadir, merasakan, dan menolong.

Jangan biarkan Ramadan berlalu hanya dengan puasanya, shalatnya, atau tarawihnya. Pastikan ada jejak kebaikan yang kita tinggalkan bagi orang lain. Sisihkan rezeki, hadirkan empati, dan jadilah saksi bagi kebaikan yang kita sebarkan. Jangan hanya duduk di rumah dan menunggu informasi di media sosial. Turunlah, saksikan, dan ulurkan tangan.

Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan kepedulian yang nyata. Dengan berbagi dan hadir di tengah mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan hati dan harta kita. Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikan kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang peka terhadap kesulitan sesama.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang berbeda: Ramadan yang menghadirkan kepedulian nyata, empati yang tulus, dan keberkahan yang melimpah bagi kita dan masyarakat sekitar.(*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |