Ramadan di Panti Rehabilitasi Jiwa Yayasan Jamrud Biru (2-Habis): Selain Berpuasa, Pasien Dibimbing Menjalani Aktivitas Keagamaan  

7 hours ago 6

Beranda Ramadan Ramadan di Panti Rehabilitasi Jiwa Yayasan Jamrud Biru (2-Habis): Selain Berpuasa, Pasien Dibimbing Menjalani Aktivitas Keagamaan  

SALAT BERJAMAAH: Pasien panti rehabilitasi jiwa Yayasan Jamrud Biru, Mustikajaya, Kota Bekasi saat menjalani salat Ashar berjamaah, Senin (2/3). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI   

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tidak hanya kembali dilatih menjalani ibadah puasa, puluhan pasien rehabilitasi jiwa Yayasan Jamrud Biru Mustikajaya juga dibimbing menjalani aktivitas keagamaan lainnya.  Kegiatan salat berjamaah, belajar mengaji, dan praktik wudhu menjadi bagian dari terapi spiritual yang diyakini mampu membantu proses pemulihan.

Bimbingan terus diberikan, aktivitas rutin harian juga dijalankan agar mereka kembali terbiasa dengan kesehariannya. Selama Ramadan, mereka tetap menjalani aktivitas harian seperti membersihkan panti, olahraga senam, dan kegiatan lainnya.

“Supaya mereka tidak terlalu merasakan beratnya puasa, kami isi dengan kegiatan positif. Jadi pikiran mereka tetap aktif sampai waktu berbuka,” jelas Suhartono.

Saat azan Magrib berkumandang, wajah-wajah yang sebelumnya murung berubah cerah. Menu berbuka pun tersaji sederhana namun istimewa bagi mereka. Es buah, kolak, kurma, gorengan, dan hidangan lain yang biasa dinikmati umat Muslim saat berbuka puasa.

“Para pasien sangat suka cita menyambut datangnya azan Magrib. Itu momen yang paling mereka tunggu,” katanya.

Di balik semangat Ramadan, Suhartono menyimpan harapan besar. Mengingat, hingga kini, yayasan yang dipimpinnya masih berdiri di atas lahan sewa.

“Harapan kami di bulan suci ini, semoga Yayasan Jamrud Biru bisa memiliki lahan sendiri. Kami juga berharap di Kota Bekasi tidak ada lagi pasien jiwa yang terlantar di jalanan, karena itu membuat kondisi kota kurang baik,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia berharap melalui kegiatan puasa dan pembinaan spiritual, para pasien dapat kembali pulih, sembuh, dan sehat, sehingga suatu hari nanti mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.

Di balik pagar rehabilitasi yang sederhana itu, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ia menjadi ruang belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan harapan bahwa setiap jiwa, seberapa pun rapuhnya, tetap berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh dan memulai kembali. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |