Ramadan di Panti Rehabilitasi Jiwa Yayasan Jamrud Biru (1): Puluhan Pasien Ikut Berpuasa, Bantu Proses Pemulihan

7 hours ago 8

Beranda Infrastruktur Ramadan di Panti Rehabilitasi Jiwa Yayasan Jamrud Biru (1): Puluhan Pasien Ikut Berpuasa, Bantu Proses Pemulihan

SALAT BERJAMAAH: Pasien panti rehabilitasi jiwa Yayasan Jamrud Biru, Mustikajaya, Kota Bekasi saat menjalani salat Ashar berjamaah, Senin (2/3). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan tak hanya dirasakan umat muslim pada umumnya. Suka cita menunggu waktu berbuka dan menahan diri dari godaan pun turut dialami sebagian pasien panti rehabilitasi jiwa Yayasan Jamrud Biru Mustikajaya.

Yayasan Jamrud Biru merupakan pondok rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang saat ini merawat 145 pasien. Mereka terbagi dalam dua kelompok, yakni pasien yang masih memiliki keluarga, dan pasien terlantar. Mayoritas pasien adalah laki-laki, dengan hanya tiga pasien perempuan yang ikut dirawat.

Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk melatih sebagian pasien. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga belajar sabar dan mengendalikan diri. Menjelang azan Magrib, suasana panti perlahan berubah.

Beberapa pria duduk rapi di ruang sederhana, sementara yang lain menatap jam dinding dengan penuh harap menunggu waktu berbuka.

Pendiri sekaligus Kepala Yayasan Jamrud Biru, Suhartono, mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum penting dalam proses pemulihan pasien. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak yayasan melatih pasien untuk menjalankan ibadah puasa.

“Dari total 145 pasien, ada sekitar 65 orang yang ikut berpuasa sampai azan Magrib. Kami latih mereka bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga belajar sabar dan mengendalikan diri,” ujar Suhartono kepada Radar Bekasi, Senin (2/3).

Suhartono menegaskan, tidak ada kriteria medis kaku bagi pasien yang ingin berpuasa. Keinginan menjadi syarat utama.

“Kriteria pasien yang ikut berpuasa itu yang mau dulu. Nanti akan terlihat setelah beberapa kali puasa, ada yang kuat dan ada yang tidak,” ujarnya.

“Kalau tidak kuat, langsung kami beri makan. Ada juga pasien yang mentalnya belum sepenuhnya kondusif, tetap kami latih berpuasa agar dengan berpuasa Allah berikan kesembuhan mentalnya,” tuturnya. (rez) (bersambung)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |