Beranda Berita Utama Puluhan Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite Tercampur Air di SPBU 34.171.46 Bekasi Timur
Kendaraan mogok usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 34.171.46 di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (28/2). FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan kendaraan mogok usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 34.171.46 di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (28/2). Pengelola SPBU mengakui terjadi campuran air pada bahan bakar.
Salahsatu pengendara sepeda motor perempuan berinisial PJ menceritakan kronologi kendaraannya mogok setelah mengisi Pertalite senilai Rp30 ribu di SPBU pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut PJ, motornya tiba-tiba mati sekitar 100 meter setelah meninggalkan area SPBU. Padahal, sebelumnya kendaraan tersebut tidak pernah mengalami masalah.
“Saya mengisi bensin di SPBU Jalan Juanda, sebelum underpass. Setelah mengisi bensin, kurang dari satu menit atau sekitar 100 meter jalan, motor tiba-tiba mogok,” ujar PJ saat dihubungi, Minggu (1/3).
PJ mengaku sempat mencoba menyalakan kembali motornya beberapa kali, namun mesin tetap tidak menyala. Di lokasi kejadian, ia juga melihat sejumlah pengendara lain mengalami hal serupa.
Setelah saling berbincang, para pengendara mengetahui kendaraan yang mogok sama-sama baru mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Mereka kemudian kembali ke lokasi untuk meminta penjelasan.
Awalnya petugas melakukan pemeriksaan menggunakan alat uji dan menyatakan tidak ada indikasi campuran air dalam bahan bakar.
Namun karena banyak kendaraan mengalami gangguan serupa, para pengendara meminta bahan bakar dari tangki kendaraan diperiksa.
“Saat bensin dikeluarkan dari tangki motor terlihat ada cairan yang terpisah seperti di video,” katanya.
Secara visual, cairan tersebut terlihat keruh dan terpisah dari bensin. Meski begitu, PJ mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis air yang diduga bercampur dengan bahan bakar tersebut.
Setelah kejadian itu, para pengendara meminta pertanggungjawaban pihak SPBU. Bahan bakar kemudian diganti dengan yang baru dan sebagian kendaraan kembali bisa digunakan.
“Dalam kasus saya, motor akhirnya bisa menyala kembali setelah pengisian ulang bensin. Tapi ada beberapa kendaraan lain yang masih belum bisa menyala,” ujarnya.
Saat ini, PJ masih melakukan pemeriksaan lanjutan ke bengkel untuk memastikan tidak ada kerusakan pada kendaraan. Jika ditemukan kerusakan, ia berencana berkoordinasi dengan pihak SPBU.
“Saya masih cek ke bengkel untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan. Kalau ada biaya perbaikan akan saya komunikasikan dulu ke pihak SPBU,” ujarnya.
Sementara, Pengawas SPBU Juanda, Ragil Pambudi, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang terdampak.
“Intinya kejadian itu benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar,” ujar Ragil saat ditemui di lokasi, Minggu (1/3)
Ragil menjelaskan, kejadian tersebut diduga berasal dari tangki pendam bahan bakar, bukan dari mobil tangki pengangkut BBM.
“Kejadian ini bukan dari mobil tangki, tetapi diduga dari tangki pendam. Saat ini masih dalam proses investigasi,” jelas Ragil.
Berdasarkan posko pengaduan yang dibuka SPBU, tercatat 18 sepeda motor dan 4 mobil terdampak kejadian tersebut. Pihak SPBU juga telah memberikan penanganan kepada konsumen.
Penanganan dilakukan dengan menguras tangki kendaraan yang terdampak, kemudian bahan bakar diganti dengan yang baru. Jika kendaraan masih mengalami kerusakan, biaya perbaikan akan ditanggung pihak SPBU melalui bengkel rekanan.
“Kami kuras tangki kendaraan, kemudian bensin diganti dan diisi kembali. Kalau masih bermasalah akan ditangani di bengkel rekanan,” katanya.
Untuk sementara waktu, operasional SPBU Juanda ditutup hingga proses pembersihan tangki dan investigasi dari pihak Pertamina selesai dilakukan. (rez)

15 hours ago
13

















































