Beranda Cikarang Program Koding dan Kecerdasan Artifisial Tingkatkan Kualitas SDM di Kabupaten Bekasi
ILUSTRASI: Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran di kelas. Program KKA mulai diterapkan di Kabupaten Bekasi sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing di era digital. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Program koding dan kecerdasan artifisial (KKA) mulai diterapkan di Kabupaten Bekasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing di era digital.
Program ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengintegrasikan ilmu koding dan kecerdasan artifisial ke dalam sistem pendidikan nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menjelaskan KKA tidak semata-mata bertujuan membuat siswa mampu menulis kode program. Lebih dari itu, siswa diharapkan memahami cara berpikir komputasional, mengenali pola, memahami dasar algoritma, serta mengembangkan literasi kecerdasan artifisial dan etika digital dalam konteks nyata.
“Program KKA ini bertujuan bukan hanya agar siswa ‘bisa ngoding’, melainkan agar mereka memahami cara berpikir komputasional, mengenali pola, memahami dasar-dasar algoritma, serta mengembangkan kompetensi literasi KA dan etika digital dalam konteks nyata,” kata Imam, Senin (2/3).
Materi KKA disusun bertahap sesuai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi memfokuskan implementasi pada tingkat SD dan SMP yang menjadi kewenangannya. Pembelajaran mencakup pengenalan konsep dasar hingga pengembangan aplikasi sederhana berbasis kecerdasan artifisial.
Di tingkat nasional, KKA diposisikan sebagai mata pelajaran pilihan yang dapat diadopsi sekolah sesuai kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebutuhan lokal. Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi sekolah untuk menerapkan program secara bertahap.
Sekolah yang siap dapat membuka kelas khusus KKA, mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran lain secara interdisipliner atau mengembangkannya melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
“Beberapa sekolah juga dapat mengintegrasikan elemen koding dan kecerdasan artifisial ke dalam mata pelajaran lain (interdisipliner), atau mengembangkannya sebagai aktivitas kokurikuler dan ekstrakurikuler,” kata Imam.
Selain itu, Imam imbau pihak sekolah menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten agar program berjalan optimal sebagai bagian dari upaya mencerdaskan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.(and)

5 hours ago
11

















































