Beranda Berita Utama Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Sulit Tembus Perumahan Elite dan Apartemen
ILUSTRASI: Petugas Sensus Ekonomi. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bekasi belum berjalan mulus. Lebih dari satu bulan pelaksanaan, petugas masih menghadapi kendala saat melakukan pendataan, terutama di kawasan perumahan elite, perkantoran, hingga apartemen yang aksesnya terbatas.
Padahal, waktu pendataan terus berjalan. Hingga 24 Juli 2026, capaian Sensus Ekonomi masih berada di bawah 50 persen dari total target lebih dari 900 ribu usaha dan rumah tangga yang harus didata hingga 31 Agustus mendatang.
Kepala BPS Kota Bekasi, Robert Ronytua Pardosi, mengatakan, berdasarkan data awal atau prelist, terdapat 267.607 unit usaha yang menjadi sasaran pendataan. Namun, hingga saat ini baru 70.416 usaha yang berhasil didata atau sekitar 26,31 persen.
Sementara untuk sektor rumah tangga, dari total 719.055 sasaran, petugas baru menyelesaikan pendataan terhadap 245.454 rumah tangga atau mencapai 34,14 persen.
“Jumlah yang telah didata sebanyak 245.454 rumah tangga. Secara persentase dari prelist awal sebesar 34,14 persen,” ujar Robert.
Ia menjelaskan, salah satu hambatan terbesar berada di kawasan hunian eksklusif. Sejumlah warga masih enggan menerima kedatangan petugas sensus, sementara beberapa apartemen belum memberikan akses penuh untuk melakukan pendataan.
“Kita sudah melakukan perizinan, tetapi mungkin masih membutuhkan waktu. Kami terus berupaya melakukan sosialisasi di perumahan elite, komplek elite, dan apartemen-apartemen,” katanya.
SENSUS: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ketika kedatangan tim sensus dari BPS Kota Bekasi di kediamannya.
Selain kawasan hunian, aktivitas di sejumlah perkantoran juga menjadi tantangan tersendiri karena banyak pekerja yang sulit ditemui saat jam pendataan berlangsung. Sementara di kawasan permukiman, petugas harus menyesuaikan waktu kunjungan, seperti pada sore hari atau akhir pekan ketika warga sudah berada di rumah.
Saat ini, BPS Kota Bekasi mengarahkan petugas untuk mempercepat pendataan di sentra-sentra ekonomi, seperti pasar, kawasan ruko, hingga pusat perdagangan. Sebelumnya, pendataan juga telah dilakukan di sejumlah pusat perbelanjaan.
Meski menghadapi berbagai kendala, Robert memastikan petugas tetap bergerak mengejar target. BPS juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi serta melakukan pemantauan capaian secara berkala agar seluruh sasaran sensus dapat terjangkau.
Sejumlah tokoh publik di Kota Bekasi juga telah dilakukan pendataan, di antaranya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh.
“Pak Wali Kota sudah kami data di rumah beliau, termasuk Prof Zudan juga sudah didata. Untuk tokoh publik lainnya berjalan secara paralel,” ungkap Robert.
Menurutnya, keterlibatan pejabat publik dalam sensus diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak ragu menerima petugas. Ia menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan urusan perpajakan dan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai aturan perundang-undangan.
“Hasil sensus ini nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, sekaligus memberikan gambaran peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia meminta warga memberikan informasi yang benar kepada petugas karena data tersebut akan menjadi fondasi dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk menerima dengan baik kehadiran petugas BPS dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi di lapangan. Data yang akurat akan menjadi pondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Tri.
Ia juga memastikan informasi yang dihimpun BPS hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan disebarluaskan sebagai data pribadi maupun dimanfaatkan untuk kepentingan perpajakan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas BPS turut didampingi ketua RT dan RW setempat untuk membantu kelancaran serta meningkatkan akurasi pendataan. (sur)

5 hours ago
7

















































