Surya Pemilah Sampah Ungguli Petahana di Pilkades Mekarwangi Cikarang

5 hours ago 7

Beranda Cikarang Surya Pemilah Sampah Ungguli Petahana di Pilkades Mekarwangi Cikarang

UNGGUL: Surya (dua kanan) bersama Ratih istrinya (tiga kanan) berbincang bersama warga di rumahnya di Kampung Rawa Banteng Kaum, Deda Mekarwangi, Cikarang Barat, Senin (21/9/2026). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Surya (46) bukan calon kepala desa dengan latar belakang mentereng. Sehari-hari, ia bekerja memilah kardus dan plastik limbah pabrik. Namun, dalam penghitungan suara Pilkades Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, namanya berada di posisi teratas.

Kontestasi Pilkades Mekarwangi periode 2026–2034 itu hanya diikuti dua calon. Berdasarkan hasil penghitungan suara, calon petahana memperoleh 4.015 suara, sedangkan Surya meraih 4.107 suara atau unggul 92 suara.

Surya tinggal bersama istri, lima anak, dan ibu mertuanya di Kampung Rawa Banteng Kaum. Di rumah sederhana tersebut, ia menjalankan usaha memilah limbah pabrik bersama tiga pekerja.

Penghasilannya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Sebagian digunakan untuk kebutuhan operasional usaha dan membayar pekerja Rp100 ribu per hari.

“Kalau keseharian saya cuma memilah sampah. Sampah pabrik kayak kardus, plastik kita pilah-pilah sehingga menjadi nilai ekonomis,” ujar Surya, Senin (21/9/2026).

BACA JUGA: Rochadi Apresiasi Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi, Kades Terpilih Diharapkan Bawa Aspirasi Masyarakat

Keputusannya mengikuti Pilkades, kata dia, berawal dari dorongan hati nurani serta dukungan rekan dan pengusaha lokal. Selama pencalonan, ia mengaku sempat mendapat cibiran karena kondisi ekonominya.

“Banyak yang menghina. ‘Orang susah enggak punya duit ingin mencalonkan’, itu banyak. Tapi saya enggak pernah gubris itu. Saya orangnya optimis,” katanya.

Surya mengatakan transparansi pemerintahan desa menjadi salahsatu komitmennya jika nantinya mendapat amanah memimpin Desa Mekarwangi.

Ia juga menyoroti persoalan infrastruktur, pelayanan publik, pengangguran, dan ekonomi.

“Visi-misi saya ingin ngebangun Desa Mekarwangi agar lebih baik, transparan, sejahtera,” terang Surya.

Istri Surya, Ratih Ratnasari (46), mengatakan proses penghitungan suara berlangsung menegangkan. Perolehan suara kedua calon sempat berjarak sekitar 40 suara, kemudian melebar hingga akhirnya tercatat selisih 92 suara.

Ratih mengaku sempat ragu ketika suaminya memutuskan maju karena keterbatasan kondisi finansial keluarga. Namun, dukungan warga membuat Surya tetap mengikuti kontestasi.

“Alhamdulillah, masyarakat bener-bener merasa puas, bisa menumbangkan gajah. Kemarin ada yang mengolok-olok ‘Lurah lu enggak punya duit, masa semut lawan gajah, emang mampu?’,” ujarnya.

Ratih berharap suaminya dapat menjaga amanah apabila nantinya ditetapkan sebagai kepala desa. Ia juga berkomitmen terus mendampingi dan mengingatkannya.

“Doa saya bapak amanah. Saya akan terus mengingatkan, pokoknya amanah,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |