Petinggi PDIP Kabupaten Bekasi Tersandung Kasus Hukum, Pengamat: Tak Ganggu Suara Partai

3 hours ago 4

Beranda Berita Utama Petinggi PDIP Kabupaten Bekasi Tersandung Kasus Hukum, Pengamat: Tak Ganggu Suara Partai

Pengamat Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Bekasi Raya, Afief Ardhila

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi diterpa persoalan hukum yang menjerat sejumlah petinggi partainya. Mulai dari mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Soleman, Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, hingga yang terbaru Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno (NY), dalam perkara dugaan pengeroyokan.

Meski sejumlah petingginya tersandung kasus hukum, Pengamat Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Bekasi Raya, Afief Ardhila, menilai hal itu tidak akan berdampak besar terhadap perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu mendatang. Menurutnya, partai berlambang banteng moncong putih itu masih memiliki basis massa yang militan di akar rumput.

“Saya pikir tidak begitu terpengaruh untuk PDI Perjuangan di Kabupaten Bekasi, karena bagaimana pun punya basis militan di bawah,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Afief mencontohkan, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu, kasus hukum yang menjerat Soleman sudah mencuat. Namun, Soleman tetap berhasil memenangkan pertarungan di Daerah Pemilihan (Dapil) III.

“Saya melihat Soleman masih tetap menang di Pileg 2024, padahal saat itu kasusnya sudah mencuat, artinya tidak berpengaruh,” katanya.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi. Setelah Soleman ditetapkan sebagai tersangka, pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan tetap berhasil memenangkan kontestasi.

“Faktanya Ade Kuswara tetap bisa menang di Pilkada, padahal Soleman sebelum pemilihan sudah ditetapkan tersangka,” ucapnya.

Karena itu, Afief meyakini kasus hukum yang menjerat Nyumarno juga tidak akan memberikan dampak besar terhadap kekuatan elektoral PDI Perjuangan di Kabupaten Bekasi. Sebab, menurutnya, para kader partai tetap aktif turun ke masyarakat meski sejumlah petingginya menghadapi persoalan hukum.

“Selain punya basis pendukung militan, kader-kader PDIP juga turun ke masyarakat makanya tidak terpengaruh walaupun tersandung kasus hukum,” tuturnya.

“Mungkin ada dampaknya untuk di Pemilu mendatang, tapi saya pikir tidak akan signifikan pengaruhnya,” sambungnya. (pra)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |