Pesawat Sempat Gagal Mendarat, Tim Gerakan Anak Negeri Peduli Gempa NTT Tiba di Bandara El Tari Kupang

14 hours ago 11

Beranda Berita Utama Pesawat Sempat Gagal Mendarat, Tim Gerakan Anak Negeri Peduli Gempa NTT Tiba di Bandara El Tari Kupang

Tim Gerakan Anak Negeri (GAN) berada di Bandara El Tari Kupang. FOTO: GAN

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Tim Gerakan Anak Negeri (GAN) melanjutkan misi kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu warga terdampak gempa.

Gelombang pertama terdiri atas delapan orang yang membawa tenaga medis, ahli patah tulang Cimande, obat-obatan, serta perlengkapan pendukung lainnya. Mereka dilepas langsung Penanggung Jawab GAN Hazairin Sitepu, Sabtu (22/8/2026).

Delapan anggota tim tersebut yakni Koordinator GAN Iqbal Muhammad, Tim Advance Arie Sudharisman, dokter RSUD KISA Depok Farish Maulana Irfan, paramedis RSUD Kota Bogor Topan Aditya Hendra W dan Adi Nurrochman Madjid, ahli patah tulang Cimande Ihwan Setiawan dan Muhamad Fadilah, serta jurnalis Nur Arifin.

Tim berangkat dari kantor Harian Metropolitan, Kota Bogor, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dari sana, mereka terbang menuju Kupang untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan udara ke Ende.

BACA JUGA: Tim Pertama Relawan Gerakan Anak Negeri Bergerak ke NTT Bantu Penyintas Gempa

Penerbangan menuju Kupang sempat menegangkan. Saat pesawat menurunkan ketinggian untuk mendarat, turbulensi semakin kuat. Pesawat kemudian kembali menaikkan ketinggian dan berputar setelah gagal melakukan pendaratan.

Kapten pilot kemudian mengumumkan kecepatan angin di sekitar bandara mencapai 30 knot sehingga pesawat tidak dapat mendarat. Suasana di dalam kabin pun berubah tegang. Sejumlah penumpang terlihat berdoa dan saling berpegangan untuk menguatkan diri.

Tangisan bayi yang tak henti henti juga menambah suasana dalam kabin semakin mencekam. Hening seketika, hanya deru mesin yang terdengar meraung ketika pesawat menaikan ketinggian karena batal mendarat dan harus memutar.

Setelah sekira 10 menit memutar, pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat sekira pukul 10.30 waktu setempat. Rasa syukur menyelimuti, walau jantung masih berdebar keras.

Ujian belum selesai sampai di situ. Saat transit untuk pindah pesawat, papan informasi menunjukan bahwa penerbangan menuju Ende yang seharusnya berangkat pukul 11.30 WIB harus delay dan dijadwalkan baru bisa berangkat pukul 15.00 WIB.

Dokter yang ikut dalam misi kemanusian ini, Faris Maulana Irfan, merasakan ketegangan serupa. Baginya, situasi tersebut pertama kali dialaminya sepanjang terbang.

“Jujur agak takut, karena selama naik pesawat itu yang paling horor, yang gagal landing juga baru ngerasain pas tadi,” ujar Faris.

Sementara itu, Koordinator GAN, Iqbal Muhammad mengatakan, tim rencananya akan menyisir wilayah Kabupaten Nagekeo dan Ende. Nagekeo menjadi wilayah terdampak gempa yang cukup parah.

“Ende itu kan pintu masuk menuju Kabupaten Nagakeo. Nagakeo wilayah paling terdampak, pusat gempanya di sana, jadi kita akan sisir di wilayah itu dulu. Sekarang kita masih menunggu karena pesawat ATR-nya delay,” ujar Iqbal.

Ia berharap tim bisa sampai ke lokasi bencana dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak dengan maksimal.

“Semoga perjalanan ini bisa sampai tujuan dan kita mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk warga terdampak gempa,” tandasnya. (Arifin)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |