Beranda Berita Utama Pemkot Bekasi Banting Tulang Selesaikan Pembangunan Fisik Jelang Tutup 2025
Penataan Alun-Alun M Hasibuan Kota Bekasi, Senin (3/11). FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI– Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah banting tulang menyelesaikan berbagai proyek pembangunan fisik jelang tutup tahun 2025. Hingga memasuki pekan terakhir November, serapan anggaran tercatat baru berada pada kisaran 60–70 persen.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mempercepat progres pekerjaan. Ia menyoroti masih rendahnya realisasi pembangunan fisik di kuartal IV.
“Serapan anggaran sendiri saat ini sudah di atas 60–70 persen. Seperti saya bilang kemarin, kami memang terkendala bahan baku. Tapi sekarang alhamdulillah sudah mulai ada (peningkatan),” ujar Harris di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (24/11).
Harris menyatakan optimistis target penyerapan bisa tercapai. Ia memastikan seluruh perangkat daerah kini bergerak lebih cepat.
“Kami sudah menaikkan pendapatan. Dan sampai minggu kemarin sudah di atas 70 persen. Saya kira ini cukup baik. Upaya-upaya terkait asuransi-asuransi yang besar juga sudah kami lakukan,” katanya.
Pemkot Bekasi menargetkan serapan anggaran berada di kisaran 85–90 persen di akhir tahun.
“Targetnya sekitar 85–90 persen. Kami terus ikhtiar dan lakukan sosialisasi agar pendapatan cukup baik. Bukan gagal bayar, insya Allah tidak akan terjadi. Makanya kami harus lebih cepat lagi,” tegas Harris.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, mengungkap adanya hambatan pada percepatan serapan, khususnya pada sektor infrastruktur.
“Kami berupaya mendorong OPD terkait untuk memacu penyerapan anggaran,” ungkapnya.
Ia menyebut dua dinas menjadi fokus percepatan karena serapannya masih rendah, yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan). Keduanya baru menyerap sekitar 25 persen.
“Memang ada beberapa proses penyerapan anggaran yang masih rendah, terutama di bidang infrastruktur,” jelasnya.
Sebagai langkah pembenahan, Pemkot Bekasi akan menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota. Rakor tersebut akan mengevaluasi progres APBD 2024 sekaligus merumuskan strategi optimalisasi penyerapan pada tahun 2025.
“Kami perlu memastikan seluruh OPD bergerak serempak. Evaluasi ini penting agar tahun depan tidak terulang persoalan yang sama,” pungkasnya. (rez)

5 days ago
20

















































