RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, didampingi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) serta Camat Cibitung, meninjau kondisi infrastruktur di tiga titik sepanjang Jalan Raya Kali CBL, Kecamatan Cibitung, Selasa (21/4).
Peninjauan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kerusakan jalan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk yang sempat viral di media sosial.
Rombongan meninjau tiga lokasi dengan kerusakan cukup parah, yakni di depan Perumahan Toyyibah, depan Gedung Forklift, hingga ruas jalan menuju Desa Kertamukti.
Di sejumlah titik tersebut, jalan mengalami ambles, retak, serta kemiringan signifikan akibat longsor ke arah kali. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
Asep mengungkapkan, bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons keluhan masyarakat, termasuk yang berkembang di media sosial.
Ia menyampaikan, bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Saya datang langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi riil di lapangan, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, dan pemerintah harus hadir memberikan solusi cepat terhadap persoalan yang terjadi,” ucapnya.
Asep menjelaskan, bahwa kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
TINJAU LOKASI: Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajarannya meninjau lokasi jalan yang amblas di Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL). IST/RADAR BEKASI
Kondisi tersebut menyebabkan struktur tanah di bawah badan jalan yang berada di atas tanggul mengalami penurunan, karena tidak dilengkapi dengan sistem penahan yang memadai, sehingga memicu terjadinya longsor dan amblesan jalan.
“Kerusakan ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menimbulkan banjir, lalu tanah di bawah jalan yang berada di atas tanggul mengalami penurunan, karena tidak ada penahan yang kuat, akhirnya longsor dan jalan ikut turun,” bebernya.
Sebagai bentuk respons konkret, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan segera melakukan penanganan darurat sekaligus permanen melalui pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di titik-titik yang terdampak maupun yang berpotensi mengalami longsor.
Dia memastikan bahwa anggaran untuk penanganan telah tersedia dan tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan langkah percepatan perbaikan.
“Kami tidak ingin menunda, penanganan akan segera dilakukan dengan membangun TPT sebagai solusi utama, anggarannya sudah ada dan tim teknis sudah mulai bergerak di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep menambahkan, bahwa Pemkab Bekasi juga telah melakukan koordinasi intensif dengan DSDABMBK untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan longsor di sepanjang Jalan Kali CBL.
Pembangunan TPT akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sebagai langkah antisipatif guna mencegah kerusakan serupa di masa mendatang.
“Kami sudah instruksikan agar dilakukan pemetaan di seluruh jalur Kali CBL, sehingga titik-titik yang berpotensi longsor bisa segera ditangani lebih awal dengan pembangunan TPT secara bertahap,” terang Asep.
Selain itu, setelah pembangunan TPT selesai, Pemkab Bekasi akan melanjutkan dengan perbaikan infrastruktur jalan secara menyeluruh, termasuk penguatan badan jalan dan peningkatan kualitas konstruksi agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Upaya ini dilakukan agar jalan dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat.
“Perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan struktur hingga peningkatan kualitas jalan, agar ke depan lebih tahan terhadap kondisi cuaca dan tidak mudah rusak,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Bekasi juga akan meningkatkan sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur, khususnya pada wilayah-wilayah yang berada di sekitar aliran sungai atau tanggul. Hal ini penting untuk memastikan setiap potensi kerusakan dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kami akan perkuat sistem monitoring dan pemeliharaan, terutama di wilayah rawan seperti ini, agar setiap potensi kerusakan bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tuturnya.
Asep juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut selama proses perbaikan berlangsung, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas, dan bersama-sama menjaga fasilitas yang ada, agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” imbuhnya. (and/*)

14 hours ago
13

















































