Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

3 hours ago 6

Beranda Bisnis Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pembukaan akses usaha yang lebih luas.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat dukungan tersebut adalah Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang yang berdiri sejak 2017 dan kini produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar mancanegara.

Pemilik Mlatiwangi Yuli Muhawati mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari permintaan saudaranya di Amsterdam, Belanda untuk membuat tas mukena. Pada masa awal merintis usaha, produk yang dipasarkan masih berupa tas jadi yang dibeli kembali. Namun, setelah menemukan penjahit yang sesuai, Yuli mulai memproduksi sendiri tas berbahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, hingga pelepah pisang.

“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri menggunakan berbagai bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang yang terus dikembangkan hingga sekarang,” ujar Yuli.

Seiring berjalannya waktu, Mlatiwangi berkembang dengan menghadirkan produk yang memadukan anyaman serat alam dan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik. Suvenir dompet koin dan dompet kosmetik menjadi produk yang paling diminati karena harganya terjangkau dan memiliki desain yang unik.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Yuli mengenal LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Berbagai pendampingan dan fasilitas yang diperolehnya turut membuka peluang bagi Mlatiwangi untuk mengisi produk di toko oleh-oleh Bandeng Juwana yang berkontribusi terhadap peningkatan omzet usaha.

Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran, di antaranya BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.

Jangkauan pemasarannya mencakup Semarang, Jakarta, Medan, hingga Papua, bahkan pernah menembus pasar ekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020. Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong percepatan UMKM naik kelas. Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan serat alam dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk terus berkembang.

“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” pungkas Dhanny. (*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |